Disporapar Gelar Pelatihan Manajemen Homestay 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), menggelar pelatihan Manajemen Homestay di aula Hotel Seminunglumbok Resort, Selasa-Kamis (13-15/10).

Peserta yang terdiri dari pengelola hotel dan homestay serta kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Lambar itu mengikuti sejumlah materi yang disampaikan narasumber dari berbagai lintas sektor. Materi yang diberikan mulai dari tentang kuliner, higienitas hingga teknik penyajian makanan, materi tentang housekeeping, materi pengelolaan homestay dan peluangnya di era digital, serta materi Excellent Service Home Stay.

Bacaan Lainnya



Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Cekden Hamdan mendampingi Kepala Disporapar Tri Umaryani, mengatakan, digelarnya pelatihan tersebut adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen pariwisata, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha di destinasi wisata, khususnya bagaimana mengelola homestay.

“Untuk mewujudkan objek wisata dan destinasi yang diminati harus didukung dari usaha penginapan itu sendiri, seperti hotel dan penginapan yang representatif dan memadai, tujuannya agar pengunjung atau wisatawan dapat lebih nyaman berada di destinasi wisata kita,” ungkapnya.

Sehingga dengan adanya pelatihan tersebut, pihaknya berharap para peserta sebagai pengelola atau pemilik homestay dan penginapan termasuk pokdarwis Mampu mengimplementasikan kompetensi untuk meningkatkan kinerja di bidang manajemen homestay sebagai salah satu penunjang kegiatan promosi destinasi wisata yang ada di Lambar.

“Kepada para peserta diharapkan dapat aktif dalam pelatihan ini dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga pelatihan ini menjadi penunjang agar sektor pariwisata kita lebih maju kedepan,” harapnya.

Menurutnya, salah satu hal yang penting dalam pelatihan kegiatan ini, pengelolaan homestay dan peluangnya di era digital dimana di tengah pandemi Covid-19 ini agar dapat menjalankan inovasi dan terobosan serta dapat memanfaatkan media sosial dan jaringan online.

“Oleh karena itu, pelatihan itu cukup strategis bagi pemerintah dan pelaku pariwisata dalam mempersiapkan diri menghadapi tatanan normal baru yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait