Disporapar Lambar Gandeng BI Sosialisasikan QRIS dan Pelatihan UMKM Sektor Pariwisata

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak 63 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lambar mengikuti  sosialisasi sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dan pelatihan UMKM sektor pariwisata secara Virtual yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lambar di Aula Sahabat Utama Kecamatan Balikbukit, Selasa (29/6)

Tampak hadir Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir, S.H, Kepala Disporapar Tri Umaryani, S.Pd, M.M., serta 63 UMKM dari 15 kecamatan. Kemudian Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan dan sejumlah undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya secara virtual, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengungkapkan, sosialisasi QRIS dan UMKM dalam rangka penerapan program Bank Indonesia dalam perluasan transaksi pembayaran secara digital melalui kanal pembayaran QRIS secara nasional sebagai pilihan untuk bertransaksi secara aman di masa pandemi Covid-19.

“QRIS adalah kombinasi dari berbagai jenis QR Code dalam berbagai penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. Hal tersebut membuat kegiatan jual beli digital dengan menggunakan QR Code menjadi lebih aman, cepat, serta mudah,” ujar dia

Sementara Sekkab Akmal Abdul Nasir mengungkapkan, sejalan dengan perkembangan ekonomi digital di indonesia yang telah mendorong meningkatnya inovasi teknologi pembayaran yang beragam, dimana salah satu teknologi dalam pembayaran yang saat ini berkembang adalah penggunaan Quick Response di kalangan masyarakat.

“Sistem pembayaran digital sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19, sistem pembayaran ini dianggap mampu berkontribusi untuk pemulihan ekonomi, nasional maupun regional,” ujar Akmal dalam sambutannya. 

Menurut dia, program QRIS ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh Bank Indonesia guna meningkatkan layanan jasa keuangan kepada masyarakat, yang kita harapkan transaksi keuangan bisa lebih efisien, inklusi keuangan di Indonesia lebih maju, UMKM bisa lebih maju, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“QRIS merupakan jawaban tantangan digitalisasi dimana tuntutan untuk serba cepat,” kata dia 

Masih kata dia, pembayaran non tunai dengan QRIS telah menjadi alternatif pembayaran kekinian yang efisien bagi pengguna aplikasi. pengenalan Qris mengenai transformasi digital di pusat perbelanjaan dapat menarik banyak kalangan. mulai dari yang muda hingga tua, bahkan UMKM/Merchant sendiri karena secara umum, hal ini tentu akan membawa pengembangan usaha lebih baik bagi pelaku UMKM.

“Diharapkan lewat sosialisasi ini para pelaku UMKM bisa memahami kemajuan di sistem pembayaran yang terjadi serta bagaimana memanfaatkannya untuk berbisnis, dan memberikan edukasi bagi kita semua terkhusus bagi para generasi milenial. Semakin memahami pembayaran digital, pembayaran terstandarisasi sekaligus turut menjadi endorser dalam menyuarakan QRIS kepada masyarakat luas,” kata dia.

Dilain pihak, Kepala Disporapar Kabupaten Lambar Tri Umaryani, S.P, M.Si mengungkapkan, dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan akan semakin mendorong upaya digitalisasi pembayaran.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan kita semua harus mengurangi interaksi antara pelaku usaha dan konsumen. QRIS menjadi salah satu  solusi transaksi keuangan di masa pandemi saat ini,” ungkap Tri Umaryani.

Selain itu, lanjut dia, pada kegiatan ini pihaknya mengundang Bank Indonesia  untuk mendorong digital marketing di sektor pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif.  Dimasa sekarang ini tidak bisa dipungkiri bahwa transaksi online itu merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan pemasaran dan promosi.  

“Harapannya teman teman pelaku ekonomi kreatif dan pengelola destinasi wisata akan semakin terdorong untuk melakukan digital marketing sehingga pada akhirnya perekonomian Kabupaten Lambar semakin meningkat meskipun di masa pandemi Covid-19. Apalagi di masa pandemi ini kita di rumah saja, di rumah saja bukan berarti berdiam diri namun kita tetap bisa melakukan transaksi dari rumah, begitu juga sebaliknya dengan UMKM meski stok barang dari rumah namun bisa memasarkan barang melalui Tokopedia, Lazada maupun aplikasi digital marketing lainnya,” pungkas Tri. (lus/mlo)


Pos terkait