Distribusi Pangan Lancar, Warga Bandarlampung Tidak Perlu Panic Buying

  • Whatsapp
Kepala Dinas ketahanan pangan Kota Bandarlampung, I Kadek Sumartha

Medialampung.co.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, I Kadek Sumartha mengingatkan kepada  masyarakat  agar tidak melakukan panic buying.

Dirinya menegaskan bahwa pendistribusian pangan dari luar provinsi atau kabupaten/kota di Provinsi Lampung di masa PPKM Level 4 ini tidak ada masalah.

Bacaan Lainnya

“Kalau dalam penyediaan atau stok itu, satu yang saya jaga. Sepanjang distribusi itu lancar, maka tidak ada masalah buat kota,” kata Kadek ketika dimintai keterangan, Kamis (22/7).

Bahkan Kadek menjelaskan agar  masyarakat jangan  khawatir dan takut bahwa bahan pokok makanan akan habis.

“Seharusnya kita tidak usah ketakutan karena barang tersedia, untuk warga jangan takut kekurangan bahan makanan.apalagi panic buying,” jelasnya

“Sebaiknya warga membeli yang memang kebutuhannya saja,dan dalam kondisi seperti ini ya kalau bisa belanjanya online.pembelian sembako juga bisa online,” tuturnya

Kemudian, Ia juga menambahkan  bahwa dinas ketahanan pangan juga selalu cek ke gudang untuk ketersediaan bahan pokok.

“Kita juga terus cek ke gudang, jangan sampai ada penimbunan. sepanjang di pasar ada barangnya, berarti kan indikasinya tidak ada penimbunan,” lanjutnya

“Setelah kita lihat di gudang memang kosong, di pasarnya tidak laku. gudang itu akan pesan, kalau proses jual beli di pasarnya lancar. Karena kan tidak semua bisa disimpan. Cabe misalnya, itu cepat busuk,” jelasnya

Menurut Kadek, Jika pasar tidak memesan barang tersebut, maka gudang juga tidak akan memesannya dikarenakan resiko yang tinggi.

Sementara itu, Lina, pelanggan yang sudah lama berbelanja di pasar tempel Wayhalim menuturkan sehari setelah PPKM level 4 memang banyak pedagang yang tidak berdagang. 

“Alasannya tidak ada stok jadi bahan makanan jadi agak mahal, tapi sekarang sudah mulai normal namun harga masih tinggi untuk Cabe dan Tomat yang tadinya Rp12.000 per kilo menjadi Rp20.000 per kilo,” ucapnya.(jim/mlo)


Pos terkait