Ditengah Pandemi Covid-19, Pemkab Harus jadi Contoh

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kabupaten Lambar Lina Marlina, S.H

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar harus menjadi contoh untuk menerapkan protokol tetap (protap) Covid-19 bagi masyarakat, itu mengingat adanya peningkatan kasus penyebaran Covid-19 dari berbagai klaster zona merah yang datang atau berpergian kembali ke Kabupaten Lambar. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Lambar Lina Marlina, S.H, Selasa (15/9).

“Semestinya pemerintah daerah menjadi contoh untuk menjalankan protokol tetap Covid-19, bukan sebaliknya justru mengadakan acara yang melibatkan banyak orang seperti yang dilaksanakan hari ini  di lapangan Pemkab,” tegas Lina

Bacaan Lainnya



Politisi asal Partai Demokrat tersebut tersebut mengungkapkan, meskipun panitia dalam hal ini pemerintah daerah yang mengadakan kegiatan pengumpulan massa dalam hal memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Lambar ke-29 tahun ini menjamin pesertanya hanya dari masing-masing kantor/dinas/badan di lingkungan Pemkab, tapi tidak menjamin kalau stafnya tidak bepergian keluar masuk Kabupaten Lambar.

“Memang iya pesertanya hanya dari masing-masing OPD tapi siapa yang bisa menjamin kalau stafnya tidak bepergian keluar masuk Kabupaten Lambar. Ini semestinya menjadi perhatian pemerintah daerah,”  cetusnya.

Selaku Anggota DPRD, kata Lina, dirinya juga kurang setuju rencana kegiatan seminar nasional yang akan melibatkan 1.000 orang dilaksanakan oleh Pemkab Lambar dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Selaku anggota dewan saya terus terang mengatakan jangan dilakukan (seminar *red) selain protap kesehatan dan lain sebagainya mestinya kita melihat lebih luas apalagi Dinas Pendidikan itu personil guru langsung berhadapan dengan anak didik walaupun sekarang sekolah kembali Daring,” kata dia

Karena, lanjut dia, apabila ada yang terjangkit akan menjadi bibit penyebaran dan  jangan sampai terjadi. Sebaiknya seminar nasional secara tatap muka itu jangan dilaksanakan karena itu bukan hal yang urgen wajib dilakukan 

“Kalau pun dilaksanakan mungkin solusi lain dilakukan secara Daring saja dengan adanya perwakilan-perwakilan sekolah, kemudian hasilnya disosialisasikan ke masing masing sekolah atau kelompok dengan cari Daring lagi atau ditunda sampai waktu yang memungkinkan,” tegas dia (lus/mlo)



Pos terkait