Djohan Bantu Warga yang Tidak Mampu Tebus Ijazah

  • Whatsapp
Foto : Pip/MLO Wakil wali Kota Metro Djohan saat kunjungi kediaman Riswan, Selasa (3/3).

Medialampung.co.id  – Terima Informasi adanya warga yang tidak mampu tebus ijazah, Wakil Wali Kota Metro Djohan kunjungi kediaman Riswan Saputra lulusan salah satu SMK Negeri di Kota Metro yang belum terima ijazah.

Diketahui Riswan Saputra warga Jalan Seledri, Kelurahan Tejoagung telah lulus SMK sejak dua tahun silam, namun lantaran belum mampu melunasi pembayaran disekolahannya sebesar Rp 5,2 juta.

Bacaan Lainnya



Diungkapkan Djohan, dirinya mendapat informasi ini pertama kali dari Suhadin, yang menuturkan ada warga tidak mampu yang tidak bisa menebus ijazah.”Saya dapat info dari Pak Saudin ada warga kita tidak mampu, kerja serabutan, anak tertua dari tiga anak sudah lulus ijazaha masih tertahan,”ungkapnya.

Dirinya pun mengaku telah menghubungi langsung pihak sekolah tempat Riswan sekolah dulu,”Sudah saya kontak Kepala Sekolahnya, mereka menjelaskan tidak ada penahanan, sekolah sudah ngasih peluang untuk bayar 50 persen atau gratis asal ada surat keterangan tidak mampu,”ungkapnya.

Tapi menurutnya, memang surat keterangan tidak mampu tersebut sering disalahgunakan oleh orang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan, sehingga dalam realisasinya pihak sekolah melakukan survei.

“Nah memang adik kita Riswan ini tidak buat surat tersebut, sehingga ini akan kita urus lewat Rt dan Lurah, pokoknya akan kita bantu,”ungkapnya.

Djohan pun berjanji akan memberikan bantuan untuk Riswan, namun sekolah tempat Riswan sekolah pun meminta surat keterangan tidak mampu, dan saat ini tengah dibuat oleh Rt dan Kelurahan.

“Jadi kita sarankan dulu membuat surat keterangan tersebut, namun apabila tidak ada, kita tetap akan membayarkan untuk penebusan ijazah tersebut,”ujarnya usai mengunjungi kediaman Riswan, Selasa (3/3).

Terlihat kehidupan keluarga Riswan cukup memprihatinkan dan tidak mampu dengan kondisi sang kakek yang bekerja sebagai pengangkut sampah, ayahnya pekerja serabutan dan sang ibu menunggu warung kecil – kecilan di depan rumahnya.

Ditempat yang terpisah nasib yang sama juga dialami oleh dua putri dari pasangan Sayudi yang bekerja sebagai tukang parkir di pasar pagi 24 Tejoagung dan Tego Purwati, yang beralamatkan di Kelurahan Tejoagung yang turut mengadu ke Djohan. (pip/mlo)



Pos terkait