DKP Lambar Gelar Pertemuan Tindaklanjut Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Kopi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lambar menggelar pertemuan tindak lanjut pelatihan pengolahan produk turunan kopi di Sekolah Kopi Kecamatan Sumberjaya, Senin (28/6).

Tampak hadir Ketua TPK PKK Kabupaten Lambar Partinia, Kabid Konsumsi, Penganekaragaman, Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kelana Indah, S.Shut, M.P. Nara sumber dari Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) “Teladan Sahabat” Bandarlampung Chef Reni dan Chef Adi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Lampung Barat Wahyu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Pesisir Barat Prasetyo serta peserta Tim Penggerak PKK, UKM dan KWT yang ada di Kabupaten Lampung Barat sebanyak 30 peserta.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut seluruh peserta membawa olahan produk turunan kopi masing-masing. Hasil dari pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 22 Maret lalu. Kemudian, para narasumber mereview produk peserta dan memberi masukan-masukan agar kualitas produk mereka masuk standar pasar.

Dalam sambutannya, Ketua TPK PKK Kabupaten Lambar Partinia mengungkapkan, Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten penghasil kopi robusta yang menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat Lampung Barat. Agar lebih memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat maka pengolahan kopi menjadi produk-produk turunannya menjadi sangat penting dilakukan. Hal ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan kemajuan kopi robusta Lampung Barat dan merespon permintaan pasar sehingga kopi robusta Lampung Barat semakin mendunia.

Menurut Partinia, inovasi-inovasi pengolahan produk turunan kopi telah dilakukan pada Bulan Maret yang lalu melalui pelatihan pengolahan produk turunan kopi yang difasilitasi oleh LPK Teladan Sahabat. 

“Saya yakin semua peserta pelatihan telah dapat mengadopsi inovasi-inovasi tersebut dan telah mampu membuat produk olahan berbahan dasar kopi sebagaimana yang ditampilkan pada hari ini,” ungkap Partinia. 

Lanjut dia, sangat penting dan mendasar bagi kesuksesan suatu usaha adalah pemasaran. Suksesnya pemasaran suatu produk akan menentukan keberlanjutan suatu usaha, oleh karena itu, membangun jejaring pemasaran sangat penting dilakukan agar produk olahan dari pelaku usaha baik UKM maupun KWT bisa sampai kepada para konsumen. “Kami sangat mengharapkan bantuan dan peran dari PHRI Kabupaten Lambar dan Kabupaten Pesisir Barat untuk menjembatani dan mempromosikan produk-produk hasil olahan turunan kopi yang diproduksi oleh UKM maupun KWT yang ada di Lampung Barat,” ungkap dia

Masih kata Partinia, melalui pengolahan dan diversifikasi produk turunan kopi diharapkan semakin dapat meningkatkan citra Kopi Robusta Lampung Barat sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dan dengan cara penyajian atau pengemasan yang baik diharapkan produk kita dapat bersaing di pasar domestik. 

“Terima kasih saya ucapkan kepada LPK Teladan Sahabat, PHRI dan juga kepada seluruh peserta pertemuan yang telah berusaha mengembangkan industri pengolahan produk turunan kopi di Lampung Barat. Semoga upaya ini dapat memberi manfaat dan berjalan sukses sebagaimana harapan kita semua,” tegasnya

Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga menjabat Kabid Konsumsi, Penganekaragaman, Mutu dan Keamanan Pangan Kelana Indah, S.Shut, M.P., dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan pertemuan tersebut yaitu mengevaluasi hasil tindak lanjut dari pelatihan pengolahan produk turunan kopi oleh peserta dan mereview hasil olahan peserta sehingga peserta dapat membuat produk yang lebih berkualitas, mendorong semangat kewirausahaan bagi KWT, UKM, PKK dan organisasi wanita lainnya dengan mengembangkan potensi lokal

Tujuan lainnya mendorong kreativitas dan inovasi dalam penyajian dan pengembangan olahan pangan lokal yang bernilai komersial berbasis kopi, serta mengembangkan jejaring pemasaran produk olahan turunan kopi maupun produk lainnya yang diproduksi oleh UKM dan KWT.

“Peserta pertemuan ini adalah Tim Penggerak PKK, UKM dan KWT yang ada di Kabupaten Lampung Barat sebanyak 30 peserta,” kata Indah. (lus/mlo)


Pos terkait