Dosen Polinela Rancang Inovasi Sistem Telemetri Suhu dan pH Air Kolam Ikan Air Tawar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pengetahuan dasar tentang kualitas air, merupakan salah satu hal yang wajib diketahui, dan dibutuhkan bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar, dalam rangka untuk menjaga ekosistem kolam agar selalu sehat. 

Kolam dengan Kualitas air yang baik, merupakan salah satu faktor penting yang dapat menjamin kualitas dan kuantitas produksi ikan yang dihasilkan. Suhu dan pH air merupakan dua parameter dasar dan penting (selain dari beberapa parameter lainnya) yang digunakan untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap sehat, dan secara berkala parameter-parameter tersebut harus selalu dipantau, dijaga dan dipastikan agar selalu dalam kondisi stabil.

Bacaan Lainnya

Faktor suhu pada lingkungan kolam akan mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh ikan. Suhu yang ideal bagi budidaya ikan adalah suhu yang stabil di kisaran 28-30 derajat Celcius, serta tidak terjadi perbedaan suhu air yang mencolok antara siang dan malam (tidak lebih dari 5 derajat Celcius). Pada kondisi ini, ikan akan memberikan respon maksimal ketika diberi pakan dan sistem kekebalan tubuh ikan juga bekerja optimal.

Faktor pH air kolam sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan, sehingga perlu dilakukan pemantauan nilai pH secara berkala, agar pengendalian dan tindakan pada air kolam jika sangat diperlukan dapat dilakukan dengan cepat. 

Upaya untuk menjaga kualitas air kolam agar tetap sehat merupakan rutinitas yang wajib bagi para pelaku usaha budidaya ikan air tawar, namun pada pelaksanaannya di lapangan, khususnya bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar yang memiliki kolam lebih dari satu, masih banyak ditemukan kendala yang menjadi permasalahan.

Beberapa permasalahan tersebut antara lain:

  1. Frekuensi pengukuran parameter suhu dan pH tidak dapat dilakukan secara realtime,
  2. Rutinitas pemantauan yang harus dilaksanakan langsung di lokasi,
  3. jika Keterbatasan SDM dan bahan pengukuran,
  4. Tidak ada sumber data hasil rekapitulasi yang dapat dijadikan bahan prediksi atau pengambilan keputusan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, dua dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) merancang sebuah prototipe perangkat keras dengan perangkat lunak yang ‘ditanamkan’ untuk dapat melakukan pengukuran (telemetri) dan penyajian data hasil pengukuran parameter suhu dan pH air berbasis teknologi informasi.

Prototipe perangkat sistem telemetri suhu dan pH air yang dihasilkan dirancang mampu menyajikan data hasil pengukuran yang dapat dipantau secara langsung melalui user interface yang tertanam pada perangkat, dan user interface yang dapat diakses menggunakan perangkat smartphone/laptop melalui koneksi WiFi pada jaringan lokal atau menggunakan koneksi internet. Data hasil pengukuran juga disimpan dalam server database khusus yang didesain untuk bank data dan keperluan platform IoT.

Inovasi dan penerapan teknologi informasi dalam kerangka Internet of Thinks (IoT) pada pengelolaan kolam budidaya ikan air tawar ini merupakan hasil luaran riset terapan tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs., selaku dosen program studi manajemen informatika dan Epro Barades, S.Pi, M.Si., selaku dosen program studi perikanan.

Prototipe sistem telemetri suhu dan pH air yang dirancang telah berjalan dan berfungsi dengan baik dan telah melalui beberapa rangkaian pengujian langsung yang dilaksanakan di POLIFISH FARM atau Pusat Produksi Benih dan Ikan Air Tawar Politeknik Negeri Lampung.

Inovasi pada hasil riset terapan ini akan terus dikembangkan dan dilakukan melalui riset lanjutan untuk mendapatkan teknologi tepat guna yang dapat menjadi solusi pemecahan masalah bagi masyarakat pelaku usaha budidaya ikan air tawar. Sehingga usaha dalam menjaga kualitas air kolam dapat memanfaatkan Teknologi informasi (IoT) untuk menunjang kegiatan pengukuran dan pemantauan parameter suhu dan pH air kolam secara real time dan akurat, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. (rls/mlo)

Pos terkait