DP3A Lamteng Belum Sikapi Kasus Incest di Seputihraman

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lampung Tengah belum turun tangan menyikapi kasus incest di Kecamatan Seputihraman. Hal ini diungkapkan Kabid Perlindungan Anak DP3A Lamteng Ratoyo.

“Iya. Kami sudah dengan informasinya. Rencananya hari ini mau ke kediaman korban, tapi tertunda karena ada persiapan acara besok di Nuwo Balak,” kata Ratoyo via telepon.

Bacaan Lainnya

Dalam menyikapi kasus kekerasan seksual terhadap anak, kata Ratoyo, DP3A Lamteng telah menyiapkan dua psikolog. “Kita ada dua psikolog untuk trauma healing. Kita juga bekerja sama dengan RSUD Demang Sepulau Raya untuk kebutuhan visum jika dibutuhkan,” ujarnya.

Ditanya apakah di Lamteng ada Rumah Aman karena selama ini korban selalu dibawa ke Rumah Aman di Bandarlampung, Ratoyo menyatakan ada. “Sudah ada Rumah Aman. Sekarang belum ada korban dibawa ke Rumah Aman. Kita juga sudah koordinasikan dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA),” ungkapnya.

Sedangkan Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono menyatakan pihaknya selama ini belum mendengar ada Rumah Aman di Lamteng. “Kalau Rumah Aman di Lamteng, saya belum dengar. Tapi kalau rumah biasa ada yang bisa digunakan sebagai tempat Rumah Aman. Kita selalu bawa korban ke Rumah Aman di Bandarlampung karena di sana fasilitasnya lengkap. Ada dokter dan psikologinya,” ungkapnya.

Menanggapi kasus incest, anggota DPRD Lampung Midi Iswanto angkat bicara. Dirinya meminta tersangka dihukum seberat-beratnya. “Hukum seberat-beratnya! Perbuatan bejat yang menghancurkan masa depan anak sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang ayah di Lampung Tengah yang tega merenggut kesucian darah dagingnya sendiri hingga tujuh kali sejak 2020.

Tersangka ditangkap di Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan pada Sabtu (22/5) saat hendak melarikan diri ke Pulau Jawa.(sya/mlo)


Pos terkait