DPMP Belum Maksimal Bina BUMPekon

  • Whatsapp
Kepala DPMP Lambar Yudha  Setiawan, S.I.P.

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Kabupaten Lampung Barat, tampaknya belum maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap Badan Usaha Milik pekon (BUMPekon)) di kabupaten setempat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah 114 pekon atau sekitar 87 % BUMPekon yang masih bentuk dasar.

Berdasarkan data DPMP Lambar, untuk BUMPekon yang berstatus tumbuh hanya 11,5 % atau hanya 15 BUMPekon, dan berstatus berkembang hanya 1,5 % saja atau hanya dua BUMPekon, yang diketahui berdasarkan data perhitungan Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Bacaan Lainnya



Pembentukan BUMPekon sendiri telah dilakukan sejak tahun 2016 lalu, dan saat ini sudah 100 persen di 131 pekon BUMPekon didirikan namun belum ada geliat dalam pengembangannya untuk mensejahterakan masyarakat pekon. Padahal tidak tanggung-tanggung, jumlah penyertaan modal BUMPekon bersumber dari dana desa sejak tahun 2016-2019 mencapai Rp20.792.000.000.

Kepala DPMP Lambar Yudha  Setiawan, S.I.P., mengatakan,  unit usaha yang dikelola oleh BUMPekon meliputi usaha simpan pinjam, dana bergulir, sewa peralatan pesta, peternakan, perikanan, perbengkelan, pariwisata, retail modern, jual beli dan perkebunan. “Pemerintah mempunyai target mewujudkan Pekon Hebat melalui pengembangan BUMDes yang berstatus maju sebesar 75 persen, dan memang sampai saat ini belum maksimal. Pendidikan dan pengetahuan BUMPekon menjadi faktor penentu keberhasilan dalam pengelolaan dan pengembangannya,” kata dia.

Terusnya, lemahnya sumberdaya manusia (SDM) dalam mengelola atau mengembangkan BUMPekon menjadi salah satu faktor kendala dan hambatan, ditambah masih banyak peratin yang berorientasi pada pembangunan fisik atau infrastruktur dan belum berfikir ke arah pengembangan. Sementara jumlah keuntungan atau surplus yang telah dibukukan masing-masing BUMPekon  di Lambar terhitung per 2018 adalah sebesar Rp 627.188.242.

Upaya pengembangan BUMPekon kedepan, kata Yudha, yaitu mengarahkan pengelolaan potensi wisata dan menciptakan produk unggulan melalui sumberdaya di pekon berdasarkan sistem klaster (Kawasan) dengan skema kerjasama antar pekon untuk menjadikan BUMPekon yang lebih berkembang sebagai contoh bagi BUMPekon yang lain.

Misalnya, seperti di Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian, usaha BUMPekonnya telah berjalan dengan baik yaitu usaha jual beli pisang, bengkel, pembuatan kotak pisang serta pengelolaan objek wisata Temiang. “BUMPekon Trimulyo itu telah memiliki kontribusi pendapatan ke pekon sebesar Rp22,5 juta pada tahun 2018, ini sangat luar biasa. Kita berharap BUMPekon lainnya dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh BUMPekon Trimulyo,” harapnya.

Seraya menambahkan, diharapkan pengelolaan BUMPekon ini dapat memberikan efek kemandirian pekon dan meningkatkan ekonomi masyarakat dalam rangka kesejahteraan, untuk itu Pemkab Lambar berkomitmen untuk membenahi masalah-masalah yang ada. (lus/mlo)



Pos terkait