DPMP Pesbar Mulai Monev Kegiatan Dana Desa

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mulai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan fisik Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 yang dilakukan secara bertahap di seluruh Pekon se-Kabupaten setempat.

Plt.Kepala DPMP Pesbar, Edwin Kastolani Burtha, S.H, M.P., mengatakan  monev yang mulai dilaksanakan ke sejumlah Pekon itu bertujuan untuk memastikan dan mengetahui pelaksanaan kegiatan anggaran yang bersumber dari DD berjalan dengan maksimal. Baik kegiatan fisik, pemberdayaan masyarakat maupun lainnya. Termasuk kegiatan penanganan Covid-19 di tingkat Pekon.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan monev kegiatan anggaran dana desa itu sudah dimulai sejak Kamis (26/8) yang diawali di Kecamatan Pesisir Tengah,” katanya, Jumat (27/8).

Dijelaskannya, dalam kegiatan monev yang dilaksanakan itu juga dengan melibatkan pendamping desa di masing-masing Pekon maupun pihak terkaitnya. Sementara itu, dari hasil monev terutama kegiatan fisik di beberapa pekon seperti di Kecamatan Pesisir Tengah tersebut semua sudah terlaksana dengan baik, namun masih ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan kembali oleh Pekon.

“Untuk kegiatan fisik infrastruktur yang ada di Pekon sudah berjalan sesuai harapan, namun itu tetap harus dimaksimalkan kembali. Sehingga kegiatan fisik benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Masih kata dia, pihaknya juga mengingatkan kembali kepada seluruh Pekon dalam pelaksanaan kegiatan fisik melalui anggaran dana desa sesuai dengan perencanaan sebelumnya, begitu juga dengan pengerjaannya harus benar-benar maksimal dan selesai tepat waktu, jangan sampai hingga akhir tahun nanti masih ada kegiatan fisik yang belum selesai. Pihaknya juga mengingatkan agar Pekon mengutamakan kualitas kegiatan infrastruktur tersebut, karena itu nanti dimanfaatkan untuk masyarakat di Pekonnya masing-masing. 

“Selain kegiatan fisik, kita juga mengingatkan agar anggaran dana desa untuk penanganan Covid-19 sebesar delapan persen di setiap Pekon dalam mengantisipasi penyebaran Cobid-19 harus tepat sasaran penggunaannya, karena ini akan tetap kita pantau,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait