DPMP Segera Lakukan Validasi Data Perkembangan BUMPekon

  • Whatsapp
Kepala DPMP Lambar Yudha Setiawan, S.Ip.

Medialampung.co.id – Setelah usai melaksanakan tahapan sosialisasi penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Pekon (APBP) Tahun Anggaran (TA) 2020) yang saat ini sudah berjalan di Enam kecamatan.  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) akan melakukan validasi data terkait kondisi Badan Usaha Milik Desa (BUMPekon) di 131 Pekon bersama Pendamping Desa (PD).

Kepala DPMP Yudha Setiawan, S.Ip., mengatakan, seluruh pekon di Kabupaten Lambar telah memiliki BUMPekon, dengan kategori yang variatif mulai dari kategori Tumbuh, Berkemang dan Maju.

Bacaan Lainnya



Namun dalam perjalannya sejak diluncurkan pada 2016 lalu, tidak setiap tahun pekon memberikan penyertaan modal. Terkait itu maka data perkembangan BUMPekon tiap pekon akan disampaikan atau dikeluarkan oleh DPMP sesuai dengan kategori yang telah dicapai masing-masing. Pasca kegiatan sosialisasi penyusunan APBP yang masih berlangsung sekarang.

Pada agenda validasi data BUMPekon nanti, akan ada beberapa poin yang dilaksanakan seperti merumuskan posisi dasar dan perkembangan BUMPekon, apakah sudah baik (maju) atau sebaliknya, dan bagi yang belum mencapai harapan tentu akan dicari titik permasalahannya, misal kalau terjadi permasalahan pada kepengurusan, maka akan dilakukan pelatihan mengenai pengurusan dan pengeloaan BUMPekon terkmasuk keuangannya.

Diulasnya dalam pengelolaan BUMPekon tidak harus sama melainkan sesuai dengan potensi masing-masing, sehingga dalam tumbuh kembangnya juga bervariasi. Diiantaranya telah mampu menghasilkan Pendapatan Asli Pekon (PAP), walaupun persentasenya masih kecil alias belum sepenuhnya sesuai harapan.

Tujuannya, setelah nantinya kondisi BUMPekon sudah diketahui, baru akan dilakukan langkah yang akan dilaksanakan seterusnya agar BUMPekon tumbuh berkembang dan maju sesuai yang diharapkan oleh semua. “Kenapa BUMPekon diterbitkan Pemerintah karena BUMPekon ikut memacu pertumbuhan ekonomi pekon, maka dari itu tinggal bagaimana cara menjalankannya,” terang pihaknya.

Sementara dari data yang dimiliki petugas Proram Pembangunan dan Pembedayaan Masyarakat Desa (P3MD) Riadi Murdoko, S.Sos., total Dana Desa (DD) sejak awal hingga saat ini di 131 pekon sebesar Rp21 Miliar, dan dari jumlah itu telah meraih keuntungan (kontribusi) ke pekon sebesar Rp600 juta. “Mulai tahun ini bersama Pemkab dan Pekon, kami masih mencoba trik-trik baru dalam menggenjot BUMPekon,” tandasnya. (ius/mlo)



Pos terkait