DPMP Tunggu Laporan Pengurus BUMP Tanjungraya

  • Whatsapp
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan pekon melakukan pengecekan aset BUMP Tanjungraya, Kecamatan Sukau, guna menindaklanjutinya gulung tikarnya kegiatan usaha yang bergerak di bidang produki kopi siap saji tersebut, Kamis (16/1/2020)

Medialampung.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan pekon (DPMP) Kabupaten Lampung Barat telah melakukan pengecekan aset Badan Usaha Milik Pekon (BUMP) Tanjungraya, Kecamatan Sukau, guna menindaklanjutinya gulung tikarnya kegiatan usaha yang bergerak di bidang produki kopi siap saji tersebut.

Namun kendati aset BUMP tersebut masih dinyatakan lengkap, namun DPMP Masih menunggu laporan keuangan dari pengurus untuk menghitung besaran kerugian dalma kegiatan usaha tersebut.

Bacaan Lainnya



Kabid Pemberdayaan Masyarakat Pathan, S.E, M.M., mendampingi Kepala DPMP Yudha Setiawan, S.I.P., menerangkan bahwa dalam pengecekan tersebut, BUMP Tanjungraya memiliki tiga kegiatan usaha yaitu sewa molen (mesin pengaduk semen), sewa kursi dan produksi kopi siap saji.

“Dari tiga kegiatan usaha ini, satu yang bisa dikatakan tak berkembang sehingga harus ditutup yaitu usaha produksi kopi siap saji. Tapi secara keseluruhan BUMP ini tidak gulung tikar artinya masih ada dua usaha lainnya yang akan menutup kerugian itu nanti,” kata Pathan.

Disinggung soal besaran kerugian tersebut, saat ini pihaknya masih menunggu laporan neraca keuangan dari pengurus BUMP setempat yang berhalangan hadir saat dilakukan pengecekan.

“Kami masih menunggu laporan dari pengurus BUMP, jika laporan neraca keuangan itu sudah kami terima maka baru bisa kita hitung berapa kerugiannya, dan besaran kerugian itu pun akan kita seusaikan dengan pemasukan dari dua jenis usaha lainnya, apakah bisa tertutupi atau tidak,” imbuhnya.

Kendati begitu, kata dia, dalam pertemuan itu pemerintah pekon setempat berjanji akan kembali melanjutkan kegiatan usaha serupa di tahun anggaran 2020, agar aset yang ada tidak mubazir.

“Tahun ini mereka sudah melakukan persiapan untuk kembali menjalan usaha produksi kopi tersebut, mereka telah menyiapkan lahan agar tidak di bebankan dengan biaya sewa yang besar,”pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait