DPO Curat dan Curas Tewas Diterjang Peluru Polisi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – ES alias Jarwo alias Ngapak alias Watno (43), warga Kampung Surabaya, Kecamatan Padangratu, Lampung Tengah, tewas diterjang timah panas, Jumat (21/5). Tersangka ditangkap di rumah istri muda.

Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan tersangka merupakan residivis curat dan curas. “Residivis curat-curas. Jadi DPO perampokan toko emas di Kecamatan Padangratu pada 2012 dengan korban Handoyo yang tertembak. Ini berdasarkan Laporan Polisi: LP/234-B/X/2012/Polda LPG/Res LT/Sek PATU. Tgl. 23 Oktober 2012,” katanya.

Bacaan Lainnya


Tersangka, kata Popon, juga terlibat aksi curas di jalan Kampung Tanjungjaya, Kecamatan Bangunrejo. “Korbannya Budi Faharjo, warga Magelangan, Kota Metro, yang mengkanvas barang-barang toko. Ketika itu, tersangka menggasak uang Rp100 juta. Tersangka beraksi dengan tiga rekannya. Korban ditodong dan dipukul. Ini berdasarkan LP/161-B/V/2021/Polda LPG/Res LT/Sek BAJO. Tgl. 3 Mei 2021,” ujarnya.

Bukan hanya itu. Popon menyatakan tersangka juga terlibat aksi curat di wilayah Kecamatan Punggur dengan korban Mirdiansyah. “Tokonya Multi M dibobol pelaku dengan cara merusak rolling door. Sejumlah pakaian diambil hingga korban merugi Rp38 juta. Kejadian ini dilihat saksi, dompet tersangka berisi ATM dan KTP tertinggal dalam toko. Korban melaporkan ke Polsek Punggur: LP/178-B/III/2021/Polda Lpg/Res lamteng/Sek Punggur. Tgl. 29 Maret 2021,” katanya.

Dalam penangkapan tersangka di rumah istri mudanya Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, kata Popon, tersangka berlari ke samping rumah. “Merasa terdesak, tersangka mengeluarkan senjata api dan berusaha melawan secara aktif. Petugas dengan sigap langsung melakukan tindakan tegas terukur sesuai SOP sehingga pelaku dapat dilumpuhkan. Tersangka dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan, tapi nyawanya tak tertolong,” tegasnya.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas menambahkan, tersangka sangat licin. “Sering pindah-pindah tempat. Baru ini kita berhasil mendeteksi keberadaannya sehingga langsung kita gerebek di rumah istri mudanya,” katanya.

Barang bukti yang diamankan, kata Edi, senpi rakitan jenis revolver dengan empat butir amunisi kaliber 5,56. “Kemudian KTP, ATM, mobil Avanza, dan motor Honda BeAT,” katanya.

Terkait komplotannya, kata Edi, masih kita kejar. “Kita masih kejar. Kami mohon doa agar bisa tertangkap. Silakan bersembunyi, kami akan cari!” tegasnya. (sya/mlo)




Pos terkait