DPRD Lambar Sahkan APBD 2020

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 akhirnya disahkan oleh DPRD, dengan sejumlah catatan.

Pengesahan APBD  yang berlangsung di ruang sidang Maghgasana DPRD, Senin (25/11) itu dilakukan setelah mendengar penyampaian laporan hasil pembahasan yang dibacakan oleh anggota Badan Anggaran (Banang) Tri Budi Wahyuni

Bacaan Lainnya



Dalam laporannya, Tri Budi Wahyuni mengungkapkan,  setelah melakukan pembahasan di tingkat Banang maka pihaknya menyetujui  yaitu pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp1,121 triliun lebih, sementara belanja daerah ditetapkan sebesar Rp1,147 triliun lebih. Dengan demikian APBD Kabupaten Lambar tahun angaran 2020 mengalami surplus atau defisit sebesar Rp25,949 miliar yang ditutupi dengan penerimaan pembiayaan daerah yaitu sebesar Rp26,949 miliar.

Dengan disahkannya anggaran tersebut, kata dia, pihaknya memberikan beberapa saran kepada  pemkab, yaitu dalam hal pendapatan agar OPD-OPD yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) agar lebih memaksimalkan, karena dilihat dari hasil pembahasan masih banyak potensi yang bisa ditingkatkan. “Upaya peningkatan PAD ini tentu tidak lain sebagai upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Lambar,” kata Tri.

Lanjut dia, kepada pemerintah daerah agar benar-benar memperhatikan program-program pembangunan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan dan program-program masyarakat, serta program pembangunan lain agar berjalan sebagaimana mestinya. “Kita juga perlu memperhatikan masyarakat yang mendapat bantuan baik melalui program pemerintah pusat maupun yang diprogramkan oleh pemerinta daerah agar terdistribusi dengan baik pada masyarakat yang layak menerima bantuan tersebut,” akunya.

Tidak hanya itu, Pemkab Lambar untuk tahun 2020 agar bisa mencermati secara objektif setiap pelaksaaan pembangunan agar pembangunan yang dianggarkan benar-benar tepat guna dan tepat sasaran. “Pemerintah juga hendaknya selalu melakukan evaluasi dan rasionalisasi pembayaran pada program tahun berjalan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta progress atau kemajuan fisik pekerjaan,” ungkap Tri.

Masih kata dia, dengan ikut sertanya SDN 3 Waymengaku dan SMPN 1 Kecamatan Kebuntebu dalam lomba sekolah sehat tingkat provinsi maka perlu didukung sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai guna menunjang kegiatan tersebut. Hal ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lainnya yang ada di Kabupaten Lambar.

Sementara Bupati Parosil Mabsus dalam sambutannya berharap kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, antara lembaga legislatif dan eksekutif akan semakin meningkat kualitasnya. “Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat  membangun sinergi demi kemajuan masyarakat dan daerah Lambar,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait