DPRD Sampaikan Pandangan Umum Atas RPJMD Kota Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampug.co.id – Walikota Eva Dwiana dan Wakil Walikota Dedy Amrullah serta kepala OPD menghadiri Pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada Senin (26/7) di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kota Bandarlampung.

Penyampaian jawaban Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dalam pemandangan umum fraksi-fraksi yang diwakili Wakil Walikota Dedy Amrullah.

Bacaan Lainnya

Penyampaian pemandangan umum ada beberapa catatan dari Fraksi PAN yang lebih mengutamakan masalah pendidikan di Kota Bandarlampung selama masa pandemi dan pembangunan juga permasalahan banjir, dari semua fraksi yang hadir menyetujui Pembahasan RPJMD Kota Bandarlampung.

Dari Fraksi PAN meminta rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Bandarlampung diharapkan bisa menjadi strategis pemerintah daerah sebagai sebuah konsep multidimensi yang harus dicapai dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

Sehingga akan merubah sosial budaya yang bergerak atas kekuatan kemampuan daerah untuk lebih maju dan lebih berdaya saing pelaksanaan pembangunan dalam segala bidang selama 5 tahun ke depan. 

“Dan diharapkan bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bandarlampung terutama bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi karena selama pandemi Covid-19 ini kita benar-benar merasakan dampaknya,” ucap Ketua Fraksi PAN Hadi Tabrani

Lain Halnya dengan Fraksi Persatuan Bangsa Kota Bandarlampung yang memberi catatan masalah banjir dan genangan yang tidak terlepas dari demografi Kota Bandarlampung.

Serta aliran dua sungai besar dan sungai-sungai kecil di dalam wilayahnya disamping itu adanya perkembangan dalam bentuk kegiatan konstruksi di wilayah Kota Bandarlampung dan terjadinya alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman. 

Yang menyebabkan berkurangnya luas daerah resapan penataan kota dalam membangun infrastruktur pengendali banjir brainly kota maupun pembangunan sumur resapan hal ini perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan stakeholder terkait pengelolaan skema pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh. 

Untuk itu paradigma rencana pembangunan daerah harus dikonsep sebagai upaya cerdas pemerintah daerah mewujudkan kenyamanan hidup bersama dengan proses emansipasi partisipasi aktif dari semua kalangan masyarakat menuju baiknya kualitas hidup pelaksanaan pembangunan dalam segala bidang selama lima tahun kedepan.

“Diharapkan bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandarlampung kita menerima dan menyetujui atas penyampaian raperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota bandar Lampung tahun 2021-2026 dapat dibahas pada tingkat Selanjutnya,” tutur Susanti dari Fraksi Persatuan Bangsa.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dari fraksi Golkar Yuhadi menyoroti ketidakhadiran salah satu Kepala Dinas yang tidak pernah mau datang saat ada hearing atau dipanggil. 

Bahkan ia sempat mengatakan agak sedih juga ada seorang Kadis ternyata di sini langganan setiap dipanggil DPR tidak hadir ini yang akan menghambat bukan DPRD-nya.

Saking pedenya sehingga yang diutus hanya sekelas Kabid atau Kasie begitu kami tanya akan kami laporkan kepada kepala dinas jawaban mereka ya kita memang diutus kadis kita, Namun saat wartawan Poskota meminta informasi lengkap siapa kadis ini Yuhadi menjawab tidak etis kalau di jawab,tapi dari kalangan anggota dewan sudah tau siapa gerangan Kepala Dinas yang sering mangkir saat dipanggil.

Yuhadi meminta dengan segala hormat kepada Bunda Eva dan Wakilnya agar setiap ada hearing dengan kepala dinas mereka harus benar-benar hadir. 

“Kami DPRD Kota Bandarlampung mensupport agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan tepat waktu tepat guna dan tepat sasaran tapi mohon kerjasama kepala dinas untuk dihadirkan bersama kami membahas RPJMD. Dan ini mungkin jadi catatan dari kami, untuk semua kepala dinas agar bisa bekerjasama,” tandas Yuhadi.(jim/mlo)


Pos terkait