DR. Hardi : Guru BK Jangan Hanya Sekedar Memberi Nasehat

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Layanan bimbingan profetik melalui metode sokratik menjadi tambahan ilmu bagi guru bimbingan konseling (BK) di Pringsewu.

Dengan pola ini dapat lebih tercipta komunikasi yang aktif antara guru dan siswa, dengan berpedoman pada nilai agamis. 

Bacaan Lainnya



“Jika ada 30 orang guru dari 30 sekolah dan nantinya dipraktekkan untuk membimbing siswa di sekolah, para siswa juga mendapatkan manfaatnya. Semoga hal ini dapat menjadi bagian amal jariyah,” harapnya.

DR. Hardi Santosa, M.Pd., yang menjadi  narasumber di Workshop Bimbingan Profetik yang di gelar Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/K/MA Kabupaten Pringsewu di Aula SMAN 1 Pagelaran, Jumat (28/8). 

Menurut doktor kelahiran kabupaten Pringsewu yang kini menjadi dosen di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tersebut, materi yang disampaikan  merupakan hasil perenungan yang cukup mendalam. Karena merupakan hasil penelitian disertasinya selama 3 tahun. 

“Yang saya pahami salah satu pertanggung jawab ilmu itu adalah dengan jalan menyampaikan kepada orang lain,” ungkap Dr. Hardi.

Ketua MGBK Kabupaten Pringsewu, Dra. Munjiati Saadah, M.Pd di dampingi Kacabdin Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung, Drs. Sunardi, M.Pd dan kepala SMAN 1 Pagelaran Sujarwo, S.Pd.,M.Pd mengajak rekan rekannya guru BK mengoptimalkan diri untuk mengupgrade skill atau keterampilan   dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

“Jangan sampai guru BK kerjaannya hanya menasehati saja,” ajaknya.

Munjiati juga mewanti-wanti agar jangan sampai guru BK melakukan “malpraktik”.

“Yakni karena memberikan layanan tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, atau hanya sekedar memberikan nasehat saja. Itu salah besar,” tegasnya.

Pada kesempatan itu DR. Hardi memberikan pengetahuan bagi guru BK mulai dari asesmen sampai merancang layanan dan evaluasinya.(sag/mlo)



Pos terkait