Drainase Jebol Sebabkan Jalan Nasional Tergenang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Aliran dranase rusak parah, menyebabkan air pembuangan membanjiri jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum), tepatnya di depan Kantor BKKBN di Jalan Letjen Alamsyah RPN Kelapatujuh, Kotabumi, Lampung Utara (Lampura).

Selain membanjiri jalan raya, air Siring tersebut juga membanjiri rumah warga dan Perkantoran di sepanjang jalan setempat. Akibatnya, membuat para pengendara sepeda motor was-was jika melintasi lokasi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sudah cukup parah mas. Tapi mau kayak mana lagi, pemerintah lamban untuk memperbaikinya,” ujar Hamsah (45) warga setempat, kepada Radar Lampung, Minggu (8/11).

Menurutnya, kondisi jalan yang licin menyebabkan sering terjadinya lakalantas pengendara sepeda motor. Sebab, kondisi jalan selain bergelombang juga terdapat lumut yang membuat kondisi jalan raya licin.

“Sebenarnya sudah lama rusak. Air itu, berasal dari Siring yang rusak parah tepat di tepi jalan Nasional itu,” terangnya.

Senada dikatakan Soleh (51) warga lainnya mengatakan, air pembuangan berasal dari drainase juga membanjiri rumah warga yang ada di wilayah tersebut. Bisa dilihat sendiri, airnya juga masuk ke lingkungan perkantoran. 

Dikatakannya, pemerintah, seharusnya cepat tanggap dalam memperbaiki Siring tersebut sebelum korban pengendara berjatuhan.

“Tidak bisa dibiarkan. Harus segera diperbaiki. Apa lagi di tengah perkotaan, ini kan menambah buruk wajah perkotaan kita yang terkesan kumuh,” keluhnya.

Ia juga mengeluhkan tentang bau tak sedap, air siring yang mengalir ke badan jalan.

“Apa lagi jika musim hujan, debit airnya tinggi. Baunya juga busuk, membuat kota terkesan jorok. Masyarakat berharap, Siring itu segera diperbaiki,” kata dia.

Terpisah, Kadis PUPR Kabupaten Lampura, Syahrizal Adhar mengatakan, jalan tersebut merupakan wewenang pusat dalam hal ini Provinsi Lampung.

Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan tingkat yang lebih tinggi untuk memperbaikinya.

“Kita akan koordinasikan dengan PU Provinsi, bagaimana menyiasati perbaikan drainase tersebut,” kata Syahrizal Adhar. (ozy/mlo)




Pos terkait