DTPH Lambar Optimis Kualitas Beras Suoh Mampu Bersaing

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Lampung Barat, mendukung rencana pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) Bersama, di Kecamatan Suoh yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP).

Kepala DTPH Lambar Yedi Ruhyadi mengungkapkan, dengan potensi yang ada di tujuh pekon yang ada di Kecamatan Suoh khususnya beras, maka ia berkeyakinan BUM-Des tersebut akan maju pesat, terlebih menurutnya kualitas beras yang dihasilkan oleh petani di Kecamatan Suoh dan juga Bandarnegeri Suoh (BNS) merupakan padi dengan kualitas yang sangat baik, sehingga nantinya akan mampu bersaing di pasaran.

Bacaan Lainnya



”Saya yakin dengan didukung potensinya yang besar serta kualitas yang baik, maka ketika nantinya beras diolah dan dikemas secara apik (bagus) maka akan mampu bersaing dengan beras dari Metro dan Pringsewu yang selama ini menjadi beras yang dikenal masyarakat dengan beras berkualitas,” ungkap Yedi ditemui di ruang kerjanya Rabu (24/6).

Bahkan, kata dia, sebagai bentuk dukungan pihaknya untuk terwujudnya BUM-Des   Bersama tersebut, maka pihaknya siap untuk dilibatkan. Termasuk kedepannya akan secara fokus turut mengembangkan, bahkan siap memfasilitasi BUM-Des Bersama tersebut untuk mencari modal, seperti peminjaman melalui Bank dan lainnya.

”Artinya dalam hal ini, kami sangat mengapresiasi dan siap untuk dilibatkan. Pembinaan terhadap petani termasuk  bantuan-bantuan peralatan pertanian tentunya akan menjadi prioritas kami kedepannya. Semoga BUM-Des Bersama tersebut nantinya tidak hanya  mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Lambar  saja, namun mampu memanfaatkan peluang pasar hingga keluar daerah,” kata dia.

Seperti diketahui, DPMP kini tengah fokus mempersiapkan untuk pembentukan BUM-Des bersama yang melibatkan seluruh pekon di Kecamatan Suoh, dalam rangka menangkap peluang pengelolaan hasil bumi khususnya beras. 

Untuk diketahui,  berdasarkan data yang ada, Kecamatan Suoh dengan luas areal persawahan mencapai 2.057 Hektare, memiliki produksi yang sangat baik yakni mencapai 5,5 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar, atau 11.000 ton lebih GKG untuk sekali panen. 

Selama ini peluang tersebut masih dimanfaatkan para tengkulak dari luar daerah dengan membeli GKG dan dibawa keluar daerah dengan harga yang kurang menguntungkan petani. 

Pembentukan BUM-Des Bersama tersebut diyakini akan berdampak pada stabilitas harga gabah di petani, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, di samping itu tentu BUM-Des Bersama tersebut akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Suoh. (nop/mlo)



Pos terkait