Dua Kelompok Bergabung, Kawanan Gajah Liar Terpantau Lebih dari 12 Ekor

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Petugas gabungan terus berupaya memblokade dan melakukan penggiringan kawanan gajah liar yang meneror warga Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) yang terjadi sudah 11 hari terakhir. 

Petugas gabungan terdiri dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Wildlife Conservation Society (WCS), Yayasan Badak Indonesia (YABI), Mahout (pawang gajah), kepolisian, TNI, aparat kecamatan dan pekon, Satgas Penanggulangan Bencana (PB) pekon, bahkan anggota DPRD Lambar Sugeng Hari Kinaryo Adi yang juga diketahui aktif bersama petugas. 

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang TNBBS Wilayah II Liwa Amri, SH, M.Hum., melalui Ketua Tim Penanggulangan Konflik Gajah Sadatin Misry, S.H, M.H., mengungkapkan, berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan, dua kelompok gajah liar dengan habitat asli TNBBS, yang terdiri dari 12 ekor dan lima ekor sempat bergabung sehingga jumlahnya mencapai 17 ekor. 

“Untuk lokasinya masih berada di sekitar Way Tuwing, kami terus berupaya menggiring kawanan gajah tersebut untuk lebih menjauh ke dalam rimba, dan karena kawanan gajah tersebut cukup agresif maka tentunya membutuhkan waktu dan kehati-hatian dalam melakukan penggiringan kawanan gajah tersebut, ” ungkap Sadatin. 

Pihaknya juga telah mengimbau kepada masyarakat yang ikut serta dalam blockade dan penggiringan kawanan gajah tersebut untuk mengikuti instruksi dari petugas, salah satunya terkait dengan penggunaan petasan, karena penggiringan tidak bisa dipaksakan dan harus dengan kesabaran dalam rangka meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan.

”Jadi harus satu komando dan koordinasi harus lebih ditingkatkan, masyarakat jangan menyalakan petasan atau bunyi-bunyian tanpa ada komando dari petugas, sehingga kawanan gajah tersebut bias mengarah ke hutan rimba dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada aparatur pemerintahan kecamatan, pekon dan masyarakat, yang telah terlibat dalam penanganan konflik gajah tersebut. ”Semoga mereka bisa lebih jauh masuk hutan rimba,” harapnya.

Sebelumnya, enam dari belasan ekor kawanan gajah tersebut sempat masuk pemukiman warga dan dilaporkan rumah, gubuk dan tanaman warga Pekon Gunungratu Kecamatan BNS dirusak kawanan satwa berbelalai tersebut. Blokade berhasil dilakukan dan kawanan gajah tersebut bisa menjauh dari pemukiman, namun hingga saat ini masih berpotensi untuk kembali lagi. (nop/mlo)


Pos terkait