Dua Warga Positif  DBD, Pemukiman Padat Difogging

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus menjadi perhatian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat khususnya di tingkat Puskesmas. Seperti di Kecamatan Sukau, puskesmas setempat kembali menangani dua kasus DBD di Pekon Tanjungraya kecamatan setempat.

Bahkan, untuk mengantisipasi penyebaran gigitan nyamuk Aedes Aegypti di wilayah itu, UPT Puskesmas Buaynyerupa melakukan pengasapan (fogging) di 15 pemangku wilayah pekon setempat, Senin (23/12).

Bacaan Lainnya



“Kami kembali menerima informasi dua warga yang terserang DBD, untuk mengantisipasi penyebaran maka kami melakukan Fogging, mengingat pekon Tanjungraya merupakan wilayah padat penduduk,” terang Kepala Puskesmas Buanyerupa Sardi, S.K.M.

Kegiatan Fogging tersebut, kata dia, dilakukan di sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Pencegahan penyebaran DBD ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan aparatur pemerintah pekon setempat.

“Pemberantasan DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat, dan kegiatan kita hari ini adalah sebagai bentuk penanggulangan,” imbuhnya.

Terkait Fogging yang dilakukan, terusnya, adalah sebagai upaya mencegah berkembangnya dan memberantas sarang nyamuk dewasa. Dimana, Fogging itu dilakukan mulai radius 100 meter dari rumah pasien DBD.

“Harapan kami masyarakat juga harus bekerja sama membantu puskesmas untuk menanggulangi demam berdarah sebab upaya Fogging yang kami lakukan tidak akan efektif  jika masyarakat tidak membantu melaksanakan 3M Plus,” katanya.(edi/mlo)



Pos terkait