Dugaan Pelanggaran Prokes, Bawaslu Pesbar Rekomendasikan Paslon 03 Tidak Kampanye Selama Tiga Hari

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) Kamis (19/11), telah menyampaikan rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat mengenai temuan secara akumulatif terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada kegiatan kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pesbar nomor urut tiga Agus Istiqlal-A. Zulqoini Syarif di beberapa titik.

Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pesbar, Heri Kiswanto, mengatakan rekomendasi yang telah disampaikan ke KPU Pesbar itu sesuai surat nomor : 203/K/LA-12/PM.05.02/XI/2020, perihal penerusan pelanggaran administrasi pemilihan.

Bacaan Lainnya


Dijelaskannya, pada tahap awal, Bawaslu Pesbar menemukan dugaan pelanggaran prokes ditiga titik lokasi kampanye atau rapat terbatas yang dilakukan paslon nomor urut 03, terkait itu Bawaslu telah merekomendasi ke KPU Pesbar untuk memberikan peringatan tertulis. Kemudian, Bawaslu Pesbar kembali menemukan dugaan pelanggaran yang sama di tiga titik sehingga secara akumulasi total ada enam titik kampanye yang diduga melanggar prokes.

Salah satunya yakni peserta saat kampanye paslon itu dihadiri lebih dari 50 orang. Padahal sesuai dengan aturan yang ada bahwa peserta yang hadir dalam pelaksanaan rapat terbatas atau kampanye di tengah pandemi Covid-19 itu maksimal hanya 50 orang dan tidak boleh lebih.

“Dengan begitu, Bawaslu Pesbar kembali merekomendasikan ke KPU Pesbar agar dapat memberikan sanksi terhadap paslon nomor urut 03 untuk tidak diperbolehkan berkampanye selama tiga hari berturut-turut,” katanya.

Karena itu, kata dia, Bawaslu Pesbar akan menunggu tindaklanjut dari KPU Pesbar mengenai surat rekomendasi yang telah disampaikan itu. Mengingat kini untuk tahapan kampanye paslon masih cukup lama, sehingga tidak menutup kemungkinan jika tidak ada tindaklanjut dari KPU Pesbar akan terjadi kembali dugaan pelanggaran prokes tersebut.

“Kita akan menunggu tindaklanjutnya, jika tidak ditindaklanjuti oleh KPU Pesbar kami akan melakukan klarifikasi ke KPU Pesbar,” jelasnya.

Sementara itu, anggota KPU Pesbar, Zairi Opani, mengatakan terkait dengan adanya dugaan pelanggaran prokes dalam pelaksanaan kampanye paslon serta rekomendasi Bawaslu Pesbar itu tindaklanjutnya terlebih dahulu KPU Pesbar akan mempelajari rekomendasi dugaan pelanggaran prokes dalam kampanye tersebut.

“Jika hasil kajian Bawaslu Pesbar sudah memenuhi syarat, maka bisa saja rekomendasi itu diteruskan ke paslon. Tapi yang jelas kami akan kaji lebih dulu sebelum memutuskan rekomendasi tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, ketua tim pemenangan paslon nomor urut 03, Nazrul Arif, belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan adanya rekomendasi Bawaslu Pesbar yang telah disampaikan ke KPU itu mengenai dugaan pelanggaran prokes secara akumulatif dalam pelaksanaan kampanye paslon 03 tersebut. Ketika dihubungi via ponselnya dinomor 081379653xxx meski aktif namun tidak menjawab, begitu juga saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya pun belum membalas.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait