Dukung Kabupaten Literasi, Disdikbud Gelar Pembinaan GLS Tingkat SMP

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan pembinaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tingkat SMP di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pekon Way Empulau Ulu Kecamatan Balikbukit, Rabu (5/2).

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Disdikbud Ahmad Syukri, S.Pd diikuti oleh para guru Bahasa Indonesia tingkat SMP se-Kabupaten Lambar.

Bacaan Lainnya



Hadir pada kegiatan tersebut, Kabid Kebudayaan Disdikbud Riyadi Andrianto, S.H dan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP, Nur Prihatin, S.Pd

Dalam pengarahannya,  Ahmad Syukri berharap para guru Bahasa Indonesiisa bisa menjadi pelopor dan penggerak gerakan literasi  yang ada di sekolahnya. Dengan demikian  para guru dapat mendukung Lampung Barat sebagai kabupaten literasi.

“Diharapkan setiap sekolah untuk mempunyai komitmen minimal menerbitkan satu buah buku, baik itu karya guru dan/atau siswa, serta adanya percontohan di setiap sekolah berupa pojok baca minimal dua kelas,” ujar Ahmad Syukri

Sementara Ariani Rosa Lesmana, S.Pd, M.Pd, guru SMPN 3 Liwa yang juga anggota pengurus Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lambar menyampaikan materi dengan judul “Peran Guru Bahasa Indonesia Dalam Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah”.

Dalam pembinaannya, Rosa mengatakan bahwa ada beberapa indikator yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan GLS tingkat SMP, seperti adanya kegiatan lima belas menit membaca dalam hati dan/atau dengan nyaring yang dilakukan setiap hari baik itu di awal, tengah, atau menjelang akhir pelajaran.

Lalu peserta didik memiliki jurnal membaca harian, guru, kepala sekolah, dan/atau tenaga kependidikan menjadi model dalam kegiatan membaca lima belas menit membaca dengan ikut membaca selama kegiatan berlangsung, dan adanya perpustakaan sudut baca di setiap kelas serta area baca yang nyaman dengan koleksi buku non pelajaran.

Selanjutnya, kata dia, adanya poster-poster kampanye membaca di kelas, koridor, dan/atau area lain di sekolah, ada bahan kaya teks yang terpampang di tiap kelas, dan sekolah berupaya melibatkan publik orang tua, alumni, dan elemen masyarakat untuk mengembangkan kegiatan literasi sekolah, serta kepala sekolah dan jajarannya berkomitmen melaksanakan dan mendukung gerakan literasi sekolah.

“Semua ini secara teknis hendaknya difasilitasi oleh para guru Bahasa Indonesia yang ada di sekolah yang bersangkutan,” ungkap dia.

Dilain pihak, Sekretaris Tim GLD Kabupaten Lambar Drs. Sandarsyah mendampingi Ketua GLD Lambar Partinia Parosil Mabsus  mendukung digelarnya kegiatan tersebut. Salah satu ranah Gerakan Literasi Daerah adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS), disamping dua ranah yang lain yaitu Gerakan Literasi Keluarga (GLK) dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM).

“Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan literasi yang aktivitasnya banyak dilakukan di sekolah dengan melibatkan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta orang tua yang dilakukan dengan menampilkan praktik baik tentang literasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan serta budaya di lingkungan sekolah yang dintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga bagian tidak terpisahkan dari semua rangkaian kegiatan siswa dan pendidik, baik di dalam maupun di luar kelas,” ucap Sandarsyah. (lus/mlo)



Pos terkait