Dukung Penerapan KBM Tatap Muka, SMA/SMK di Lambar Segera Ajukan Izin ke Pemprov

  • Whatsapp
Ketua MKKS SMA Kabupaten Lampung Barat, Satarudin, M.Pd.

Medialampung.co.id – Dalam rangka mendukung akan kembali dilaksanakannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada tingkat SD dan SMP/sederajat di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Satuan Pendidikan tingkat SMA, SMK, akan meminta izin dari instansi terkait Pemprov Lampung untuk bisa mengikuti KBM tatap muka tersebut. 

Bacaan Lainnya


Ditegaskan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lampung Barat Satarudin, M.Pd., Satuan pendidikan SMA, SMK sangat mendukung kembali dilaksanakannya KBM tatap muka.

Hal itu, memang sangat baik kembali dilaksanakan untuk lebih maksimalnya pelaksanaan belajar bagi siswa didik, setelah sekian lama dihadapkan dengan belajar secara online.

“Secara garis besar kebijakan, kembali diterapkan KBM luring ada di keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten. Termasuk untuk SMA Sederajat,” ungkapnya.

Namun, sebagai bentuk koordinasi, karena secara administrasi SMA sederajat di bawah kewenangan Pemprov Lampung. SMA/SMK di Kabupaten Lampung Barat terlebih akan meminta izin melaksanakan KBM tatap muka sebagaimana yang akan kembali diterapkan di SD dan SMP/sederajat mulai 02 November mendatang. 

“Jika pihak provinsi memberikan izin, kita tidak menunggu waktu lama untuk ikut KBM Tatap Muka, dengan catatan sekolah telah menyiapkan, segala persiapan dan kesiapan tentang penerapan protokol kesehatan (prokes),” tandasnya. 

Untuk diketahui, Pemkab Lambar merencanakan KBM tatap muka digelar kembali 2 November. Keputusan tersebut diambil saat pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Lambar sebagai zona kuning. 

Namun, kini Kabupaten Lambar kembali ke zona orange, sementara surat keputusan bersama (SKB) menteri untuk KBM tatap muka hanya diperbolehkan untuk Zona hijau dan Kuning.  

Dan ditegaskan Sekretaris Gugus Tugas Kabupaten Lambar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar Maidar, M.Si., KBM tatap muka akan tetap digelar.

Akan tetapi jika dikemudian hari situasi tidak memungkinkan untuk KBM Luring, maka akan dilakukan pencabutan untuk dikembalikannya pembelajaran Daring. (rin/mlo)




Pos terkait