Dukung Petani Kopi Indonesia, Louis Dreyfus Company Perpanjang Kemitraan 

  • Whatsapp
Dari kiri ke kanan Mardiana Pilawa (Corporate Affairs Manager LDC), Charlotte Guibbaudnavaud (Coffee Sustainability Manager LDC), Partinia Parosil Mabsus (Istri Bupati Lampung Barat), Hi. Parosil Mabsus, S.Pd (Bupati Lampung Barat), Richard Atmadja (PT Mayora Indah), Nata Djudin Amran (Head of Agriculture Office of West Lampung), Rudi Syahrudi (PT Nestle Indonesia), Paramita Mentari (Executive Director SCOPI). - Foto Dokumen LDC For Medialampung.co.id

Medialampung.co.id – Louis Dreyfus Company (LDC) telah menyetujui perpanjangan kemitraannya dengan Sustainable Coffee Platform Indonesia (SCOPI) dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat selama satu tahun ke depan dalam rangka menggemakan praktik penanaman kopi secara berkelanjutan di kabupaten berjuluk Bumi beguai Jejama Sai Betik tersebut.

Hal tersebut selaras dengan Memorandum Of Understanding (MoU) yang sebelumnya ditandatangani pada Januari 2021 lalu antara Pemkab Lampung Barat dan LDC Indonesia untuk mendukung pengembangan produksi kopi berkelanjutan di area tersebut. 

Bacaan Lainnya

Perpanjangan kemitraan tersebut juga bertepatan dengan Hari Kopi Internasional pada Jumat 1 Oktober, yang sudah dirayakan di seluruh dunia sejak 2015. Menyadari peran penting Lampung Barat sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbesar di provinsi Lampung, LDC berkomitmen untuk senantiasa memastikan nilai-nilai berkelanjutan dari perkembangan industri kopi lokal, sehingga dapat menjaga kesejahteraan komunitas petani lokal dan konservasi lingkungan.

CEO dari LDC Indonesia Rubens Marques mengungkapkan, sebagai bagian dari inisiatif, LDC bersama dengan mitra mengadakan workshop pada 30 September 2021 untuk mengidentifikasi tantangan dan ruang kolaborasi melalui beberapa aktivitas, yang antara lain pengenalan varietas Robusta unggul, pelatihan praktik penanaman berkelanjutan dalam bentuk buku panduan, serta beberapa aktivitas lainnya. 

“Kemitraan kami dengan SCOPI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat menunjukkan bagaimana pendekatan kolektif dan penggabungan upaya dari berbagai pemangku kepentingan rantai pasok dapat membawa masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Rubens Marques, dalam rilis yang diterima pada Jumat (1/9).

Terusnya, LDC sangat percaya bahwa keterlibatan langsung dengan para petani lokal melalui upaya kolaboratif dengan para ahli penelitian kopi, LSM, dan sektor swasta mampu mengakselerasi perkembangan yang berkelanjutan. Kami yakin bahwa kemitraan ini dapat membawa ketangguhan secara jangka panjang bagi para petani kopi Lampung, para mitra kami di lapangan, serta masa depan yang berkelanjutan untuk salah satu komoditas kunci bagi Kabupaten Lampung Barat dan Provinsi Lampung.

Sementara, Richard Atmadja selaku Ketua Dewan Pengurus SCOPI mengatakan, tujuan utama dari workshop ini adalah menggarisbawahi manfaat dari peremajaan dan rehabilitasi, sehingga bisa memperkuat ketangguhan produksi kopi di Kabupaten Lampung Barat dan Provinsi Lampung.

”Kami percaya bahwa kolaborasi berbagai pihak, baik swasta, pemerintah, LSM, dan akademisi dengan visi yang sama, bisa mengefisiensikan dukungan untuk keberlangsungan hidup para petani secara jangka panjang. Kami juga meyakini produksi kopi yang berkelanjutan akan sulit dicapai tanpa adanya peningkatan kesejahteraan para petani kopi,” ujarnya.

Dilain pihak, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Nata Djudin Amran mengatakan, tanaman kopi dan para petani merupakan aset terbesar bagi Lampung Barat, dan pihaknya berkomitmen untuk mendukung dan melindungi kesejahteraan mereka untuk generasi-generasi mendatang.

“Para petani kopi sangat antusias mengenai kolaborasi dan workshop dari LDC dan SCOPI ini, terutama dalam mempelajari praktik penanaman terbaik dan mendiskusikan solusi bagi keberlangsungan hidup petani dan kebun-kebun kopi di Lampung Barat,” kata Nata.

Ia juga menyebut, sejak dimulainya proyek kopi keberlanjutan di Lampung, LDC telah menanam lebih dari 400.000 pohon buah dan sayuran lokal serta melatih lebih dari 10.000 petani di seluruh wilayah Lampung Barat, Lampung Utara, dan Tanggamus di Indonesia.

”Beberapa pengembangan juga senantiasa bermitra dengan organisasi non-profit perusahaan, Louis Dreyfus Foundation. Untuk keterangan lebih lanjut dan info terkini mengenai upaya keberlanjutan LDC global, silahkan akses tautan Sustainability Report,” pungkasnya.

Untuk diketahui, LDC adalah perusahaan perdagangan dan pengolahan barang agrikultur terkemuka yang didirikan pada tahun 1851. Dengan memanfaatkan jangkauan global dan jejaring aset yang luas untuk LDC melayani pelanggan dan konsumen di seluruh dunia dengan memberikan produk yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat secara aman, terpercaya, dan bertanggung jawab. 

Kegiatannya mencakup seluruh rantai nilai produksi, mulai dari hulu hingga hilir. Kami beroperasi di berbagai lini bisnis (platform), termasuk Biji-Bijian dan Biji Minyak, Kopi, Kapas, Jus, Beras, Gula, Pengangkutan, Solusi Karbon, dan Pasar Global. Kami membantu memberi makan dan pakaian kepada sekitar 500 juta orang setiap tahun dengan menghasilkan, memproses, dan mengangkut sekitar 80 juta ton produk.

Distrukturkan sebagai organisasi matriks dari enam wilayah geografis dan sembilan platform, LDC beroperasi secara aktif di lebih dari 100 negara dan mempekerjakan sekitar 17.000 orang di seluruh dunia. (rls/nop)


Pos terkait