Dukung Program PM,  Camat, TP-PKK Hingga Pekon Tanam Palawija

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Untuk mendukung program pangan mandiri (PM), Pemerintah Kecamatan Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat bersama Tim Penggerak PKK dan Pemerintah Pekon Bakhu melakukan penanaman tanaman palawija  dan tanaman obat keluarga (toga) di pekarangan kantor kecamatan setempat, Jumat (17/7).

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Camat Batuketulis Sutian, S.Pd, M.M, Sekcam Batuketulis Nusirwan, S.Pd, Peratin Bakhu Mat Nur serta sejumlah anggota TP-PKK kecamatan dan pekon.

Bacaan Lainnya



Camat Batuketulis Sutian menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan untuk mendukung program Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus yang konsen terhadap ketahanan pangan masyarakatnya dengan telah meluncurkan program ketahanan Pangan Mandiri (PM). Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami komoditas tanaman pangan.

“Kegiatan ini untuk mendorong partisipasi masyarakat agar dapat turut serta lahan pekarangan yang kosong untuk ditanami komoditas tanaman palawija atau umbi-umbian termasuk tanaman obat keluarga, Dengan begitu seperti harapan pak bupati setidaknya kebutuhan yang tadinya harus beli dapat dihasilkan sendiri,” kata Sutian. 

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa di Lampung Barat tak terkecuali di Kecamatan Batuketulis memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi, sehingga sangat cocok untuk bercocok tanam terlebih di tengah kondisi sulitnya ekonomi akibat wabah Virus Corona atau Covid-19 .

“Kami berharap masyarakat dapat memiliki inovasi termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya melalui program yang telah diluncurkan oleh pemerintah yaitu pangan mandiri,” harapnya.

Disamping itu, untuk mendukung terlaksananya kegiatan ini di tingkat pekon, pihaknya bersama pemerintah pekon terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat ikut serta memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dengan menyesuaikan medianya, mulai dari polybag, pot atau barang bekas di lingkungan masing-masing, sehingga tidak semua kebutuhan sehari-hari harus membeli.

Sementara, Peratin Bakhu Mat Nur menambahkan bahwa pihaknya berharap upaya ini itu dapat memotivasi masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman umbi-umbian dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari atau selingan makanan pokok seperti nasi dapat diganti jagung.

“Tidak harus umbi-umbian, bisa dengan tanaman bervitamin seperti sayuran, dan tanaman kesehatan seperti jahe, kunyit dan lainnya yang menjadi bagian dari toga,” jelasnya. (edi/mlo)



Pos terkait