Ekspose Hasil Operasi Antik Krakatau, Polres Waykanan Ungkap 7 Kasus Narkoba

Medialampung.co.id – Kapolres Waykanan AKBP Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Wakapolres Kompol Zainul Fachry, S.I.K, Kabag Ops Kompol Suharjono, S.H., dan Kasat Res Narkoba Iptu Mirga Nurjuanda, S.Sos., M.M, menggelar ekspose hasil kegiatan team Satgas Operasi Antik Krakatau 2022 dalam rangka penanggulangan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Hukum Polres setempat. 

“Upaya pemberantasan jaringan narkoba dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan, yang dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 18-31 Maret 2022 ini, Team Satgas Ops Antik Krakatau berhasil mengungkap 7 kasus peredaran gelap dan atau penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 7 orang dimana  2 orang termasuk dalam TO dan 5 orang Non TO,” papar AKBP Teddy R.

Bacaan Lainnya


Lebih jauh AKBP Teddy R menerangkan jika  kasus yakni 2 Kasus TO orang merupakan sebagai pengedar narkotika bukan tanaman jenis Extacy berlogo granat 1 kasus dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu 1 kasus.

lalu 5 kasus Non To Orang dari Operasi Antik Krakatau 2022 merupakan sebagai pengedar narkotika jenis sabu 2 kasus, penyalahgunaan narkotika golongan I bukan tanaman jenis Tembakau Sintetis 1 Kasus dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu 2 kasus.

“Jadi jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 7 orang inisial dengan rincian Kasus pengedar narkotika Jenis Extacy mengamankan 1 tersangka inisial SN alias Nyamin, Kasus pengedar narkotika Jenis Sabu mengamankan 2 tersangka inisial CND dan JP.

Selanjutnya Kasus penyalahgunaan narkotika Jenis Sabu sebanyak 3 kasus inisial RBP alias AKA, AL alias TAL, LPS dan terakhir 1 Kasus penyalahgunaan golongan I dalam bentuk tanaman Jenis Tembakau sintetis inisial W.

“Dari 7 orang tersangka diatas berhasil diamankan Barang Bukti  berupa  Kristal bening diduga narkotika jenis sabu total keseluruh seberat 9,79 gram, 48 butir extacy, Tembakau Sintetis dengan berat bruto 5,56 gram, 2 unit timbangan digital berbagai merek, 6 unit handphone berbagai merek, 4 rangkai alat hisap narkotika (bong), 213 bungkus plastik klip berbagai ukuran  dan 1 unit sepeda motor yamaha Nmax No.Pol B 6003 JBD.

Para tersangka diatas akan kami bidik dengan Pasal 114 Ayat (2) sub 112 ayat 2 UU RI No.35/2009 Tentang Narkotika, Dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga), Pasal 112  Ayat (1) UU RI No.35/2009 Tentang Narkotika ( Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun  dan paling lama 12 tahun, Pasal 114  Ayat (1) UU RI No.35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,  Pasal 111  Ayat (1) UU RI No.35/2009 Tentang Narkotika  Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun  dan paling lama 12 tahun.

“Dilihat dari hasil pelaksanaan Operasi Antik Krakatau tahun ini dengan tahun yang lalu, operasi kepolisian kewilayahan ‘ANTIK KRAKATAU-2022’ mengalami penurunan dalam pengungkapan kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba sebanyak 2 kasus atau 23%. Dan penurunan dalam jumlah tersangka sebanyak 3 orang atau 30 %, dimana pada operasi kepolisian kewilayahan ‘ANTIK KRAKATAU-2021’ Polres Waykanan berhasil mengungkap 9 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang, 2 orang termasuk dalam TO dan 8 orang Non TO,” bebernya.

Dalam pada itu peredaran narkoba di Waykanan memang sudah benar-benar masif, karena hampir setiap minggu Satres Narkoba Polres Waykanan berhasil menangkap dan mengamankan para pelaku narkoba, hanya sayangnya yang tertangkap baru sebatas kelas teri sementara para bandar dan pengguna kelas Kakap diduga masih bebas berkeliaran hal itu terbukti dengan terus lancarnya peredaran gelap Narkoba di Bumi Ramik Ragom Waykanan.(sah/mlo)


Pos terkait