Empat Santriwati Tenggelam di Curup Way Kawat, Tiga Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Diduga akibat kelalaian Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah yang ada di Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu, tiga santriwatinya tewas tenggelam di Curup Way Kawat Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu pada Kamis (22/7) pukul 8.30 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun diketahui bahwa karena belum ada kegiatan di pondok, empat orang Santriwati Ponpes As-Sunnah dengan ditemani oleh salah satu pengasuh pondok Zainul Pikar pergi rekreasi ke curup Way Kawat Kampung Gunung Sangkaran yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari pondok di perbatasan Kampung Bumi Baru dan Gunung Sangkaran, rombongan 11 orang dengan sepeda motor, padahal jelas ada larangan untuk keluar rumah apalagi ke tempat rekreasi. 

Bacaan Lainnya

Setibanya ke 11 orang santriwati itu langsung memiliki kegiatan masing-masing, ada yang mandi dan ada yang mencuci, sementara Zainul pergi ke bagian hulu karena yang mandi banyak santri perempuan.

“Waktu kejadian pendampingnya itu tidak di tempat dan datang ke lokasi setelah diberitahu santri yang lain, dan keempat santri yang tenggelam itu (3 meninggal dunia 1 selamat) yang mengangkatnya warga sekitar yang mendengar jeritan minta tolong,” ujar salah satu warga setempat. 

Keempat santri itu awalnya diduga main dorong-dorongan. Ada yang tercebur tidak bisa berenang lalu saling tolong-menolong, namun ternyata lokasi itu dalam sehingga akhirnya keempatnya tenggelam, walaupun semua berhasil dievakuasi masyarakat namun hanya satu yang selamat atas nama Shopiyah as Sholihah binti Hermi (12) yang berasal dari Kemiling Bandarlampung, sedangkan 3 rekannya yakni Sturoyah Binti Muhammad Najib (16) warga Kampung Bumi Baru (Anak Pimpinan pondok), Hanisah Alsyariyyah Binti Kusdiyanto (15), yang berasal dari Seputih Raman Lampung Tengah, serta Auliyah Ramadhani Binti Eman Sulaiman (14) warga Desa Tanjung Makmur Peninjauan OKU Sumatera Selatan sudah meninggal dunia.

Sementara itu Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Edi Saputra yang mendampingi Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung, S.IK., SH., M.Si., membenarkan kejadian tersebut. 

“Kejadian kira-kira pada pukul 8.30 tadi pagi, hingga kini kami baru memanggil dan memeriksa 2 orang saksi dan sedang melakukan penyelidikan. Dari keempat korban yang tenggelam itu untuk korban yang meninggal dunia yang berasal dari OKU sudah diambil oleh keluarganya sedangkan korban yang dari Lampung Tengah sudah diantar oleh pihak pondok dan untuk korban yang memang berasal dari kampung bumi Baru Kecamatan Blambangan Umpu telah dikebumikan oleh keluarganya karena hasil pemeriksaan sementara cara korban benar-benar meninggal karena tenggelam,” ujar Kapolsek Kompol Edi Saputra.(sah/mlo)


Pos terkait