Empat Strategi untuk Penanggulangan Kemiskinan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lambar, Pemkab Lambar memiliki empat strategi. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si, Kamis (16/1).

Empat strategi untuk program penanggulangan kemiskinan tersebut, lanjut Okmal, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangn kemiskinan.

Bacaan Lainnya

“Jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Lambar sebanyak 40.620 jiwa atau 13,5 persen dari jumlah penduduk, hal itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per bulan Maret tahun 2018 lalu. Untuk tahun 2019 kemungkinan jumlah masyarakat miskin di kabupaten ini sudah banyak berkurang dan untuk angka pastinya kita masih menunggu data resmi dari BPS,” kata Okmal.

Lebih jauh dia mengatakan, untuk penanggulangan kemiskinan itu ada empat strategi yaitu pertama mengurangi beban pengeluaran warga, antara lain memberikan jaminan kesehatan kepada warga miskin baik bersumber dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten. Kemudian ada bantuan rumah swadaya bagi warga yang berpenghasilan rendah, pemasangan sambungan air bersih, pemberian seragam gratis, pemberian beasiswa untuk siswa miskin, pemberian makanan pendamping untuk keluarga pasien miskin di rumah sakit, Pamsimas, dan pendampingan operasi katarak.

Strategi kedua yakni meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, dimana bentuk kegiatan berupa bantuan pupuk untuk petani kopi, bantuan ternak kambing, bantuan KUBE bagi keluarga miskin. Lalu, melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat, pengembangan lumbung pangan bagi warga serta pelatihan bagi warga binaan serta pelatihan sablon. Sedangkan strategi ketiga mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, antara lain ada program pengembangan industri kreatif, pengembangan industri agro, pembinaan dan pengembangan BUMPekon, pengembangan wirausahaan, serta sertifikat produk industri. “Yang terakhir untuk strategi penanggulangan kemiskinan yaitu mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan antara lain yang sudah dilakukan koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kabupaten melalui TKPK (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan) serta melakukan verifikasi dan validasi data fakir miskin,” tegasnya.

Okmal juga menambahkan, untuk tahun 2020 ini program untuk penanggulangan kemiskinan tetap berlanjut namun pemerintah daerah akan melibatkan peran kecamatan dan pekon dalam hal ini melalui pemanfaatan dana desa (DD) untuk turut melakukan penanggulangan kemiskinan.(lus/mlo)




Pos terkait