EPP Tingkat Provinsi, Pekon Trimulyo Wakili Lambar 

Kepala DPMP Lambar Drs. Syaekhudin, MM

Medialampung.co.id – Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian Kabupaten Lambar akan mewakili Kabupaten Lambar tahun ini untuk mengikuti ajang evaluasi perkembangan pekon (EPP) tingkat Provinsi Lampung yang akan digelar pada Juni mendatang. 

“Tahun ini Pekon Trimulyo akan mewakili Lampung Barat untuk penilaian EPP tingkat Provinsi. Sebelum dilakukan penilaian, Tim EPP tingkat kabupaten akan melakukan pembinaan pada tanggal 17,19 dan 23 Mei,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) Drs. Syaekhudin, Jumat (13/5).

Bacaan Lainnya


Dikatakannya, sesuai dengan jadwal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi bahwa untuk berkas administrasi sebelum tanggal 30 Mei sudah diterima oleh dinas tersebut. 

“Jadi setelah Tim EPP Kabupaten melaksanakan pembinaan maka kita akan menyampaikan berkas administrasi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi,” kata dia 

Masih kata Syaekhudin, sesuai dengan SK Bupati Lampung Barat No.B/2229 /KPTS/III.13/2022 tentang pemenang evaluasi perkembangan pekon tingkat Kabupaten Lampung Barat tahun 2022 yaitu juara I diraih Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian (Skor 424), juara II Pekon Sukajadi Kecamatan Airhitam (Skor 384), dan juara III Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebuntebu (Skor 380).

Terkait telah ditetapkan nama pekon yang meraih juara EPP maka Pekon Trimulyo berhak mewakili Kabupaten Lambar pada even EPP tingkat provinsi. “Jadi nanti Tim EPP Kabupaten Lambar yang terdiri dari DPMP, Tim Penggerak (TP) PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Satuan Polisi Pamong Praja akan turun kelapangan melakukan pembinaan untuk persiapan tingkat provinsi,” tegasnya 

Adapun indikator EPP, lanjut dia, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No.81/2015 tentang evaluasi perkembangan pekon dan kelurahan yaitu evaluasi bidang pemerintah pekon meliputi aspek pemerintahan, kinerja, inisiatif dan kreativitas dalam pemberdayaan masyarakat, pekon dan kelurahan berbasis teknologi informasi/E-Government serta pelestarian adat dan budaya. 

Lalu, evaluasi bidang kewilayahan pekon meliputi aspek identitas, batas, inovasi, tanggap dan siaga bencana serta pengaturan investasi. Serta evaluasi bidang kemasyarakatan meliputi aspek yakni partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan, serta perangkat kapasitas masyarakat. 

“Mudah-mudahan perwakilan Lambar mampu meraih juara di tingkat provinsi,” pungkas dia. (lus/mlo)


Pos terkait