Faktor Medan yang Sulit, Rekonstruksi Kasus ‘Mayat Dalam Karung’ Bukan di TKP

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Lambar AKP M. Ari Satriawan

Medialampung.co.id – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat, merencanakan pelaksanaan reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Wagimin warga Pekon Atarbawang, Kecamatan Batuketulis, yang sempat menggegerkan warga setelah mayatnya ditemukan terbungkus karung di Curug Way Wali aliran sungai di Pekon Atar Kuwau Kecamatan Batuketulis, Selasa (2/11) lalu.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP M. Ari Satriawan mendampingi Kapolres AKBP Hadi Saepul Rahman, S.Ik., mengungkapkan, karena mempertimbangkan factor medan yang sulit untuk menjangkau lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung, maka rekonstruksi akan dilaksanakan di salah satu tempat yang mirip dengan TKP aslinya.

Bacaan Lainnya

”Rencananya kita cari tempat yang mirip dengan TKP mengingat TKP jauh musti menggunakan roda dua (R2) dan harus jalan kaki, karena memang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan langsung di TKP,” ungkap Ari Satriawan.

Sementara disinggung soal jadwal pelaksanaan rekonstruksi yang akan menghadirkan langsung Sembilan orang tersangka (TSK) yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut, Ari mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu jadwal dari pihak jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Lambar.

”Nanti kalau sudah dijadwalkan oleh JPU kita laksanakan dan semoga tidak ada kendala lagi,” kata dia.

Untuk diketahui, aksi pembunuhan sadis itu diotaki oleh pelaku yang memiliki hubungan keluarga yakni terdiri dari anak, bapak kandung dan mertua serta pelaku lainnya.

AJ (44) sebagai otak dari pelaku kemudian mengajak bapak kandungnya, mertua dan beberapa saudara lainnya. Motif pembunuhan ini karena ada perselisihan mengenai garapan lahan dengan korban yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Aksi pembunuhan itu, dilakukan di sebuah kebun milik pelaku di Pekon Atarbawang, Kecamatan Batuketulis pada Minggu 24 Oktober 2021 sekira pukul 18.30 WIB. Jadi lokasi antara penemuan mayat dengan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan itu berjarak sekitar lima kilometer, dan posisinya dibuang ke sungai kemudian hanyut.

Dari hasil pemeriksaan, di hadapan petugas penyidik masing-masing pelaku memiliki peran sendiri-sendiri mulai dari memukul, mengikat, menyeret hingga memasukan korban kedalam karung kemudian memukul dengan bambu hingga menerangi jalan untuk melemparkan korban ke sungai.

Masing-masing peran pelaku ini sudah kita dapatkan, dan penerapan pasalnya juga berbeda yakni pasal 340, pasal 338 dan pasal 170 ayat 2 dan 3 KUHP Pidana. Untuk ancaman maksimal seumur hidup dan minimal 15 tahun penjara. (nop/mlo)

Pos terkait