Februari, Pesbar Mulai Laksanakan Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Pesbar Tedi Zadmiko, S.Km., S.H, M.M.

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kini masih menunggu pendistribusian vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dari pemerintah Provinsi Lampung.

Kadiskes Pesbar, Tedi Zadmiko, S. Km., mengatakan pemerintah pusat telah berkirim surat terkait pendistribusian Vaksin Covid-19 ke Dinkes Provinsi dan surat terusan dari Provinsi telah diterima.

Bacaan Lainnya

“Tindaklanjut rencana vaksinasi Covid-19 di Provinsi Lampung, kita telah menerima surat dari Pemprov Lampung terkait pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pesbar),“ kata dia.

Dijelaskannya, Kabupaten Pesbar masuk dalam tahap satu termin dua dengan pelaksanaannya di februari mendatang, Vaksin Covid-19 itu diperkirakan akan diterima akhir bulan ini atau awal februari mendatang. 

“Rencananya jumlah Vaksin Sinovac Covid-19 yang akan kita terima mencapai 1.440 dosis dengan sasaran tenaga kesehatan 699 orang dan 10 orang pejabat publik,” jelasnya.

Menurutnya, vaksin Covid-19 itu akan diterima dua dosis langsung, itu artinya akan dilakukan dua kali vaksin untuk tenaga kesehatan dan pejabat publik tersebut. 

“Pemberian vaksin Covid-19 itu akan dilakukan oleh tenaga vaksinator yang telah melalui tahapan pelatihan yang dilaksanakan Kemenkes secara Daring,” terangnya.

Selanjutnya, Vaksinasi Covid-19 itu akan terus dilaksanakan, pada tahap dua akan dilaksanakan pada rentang februari hingga april dengan sasaran petugas pelayanan publik, anggota TNI, Polri, aparat penegak hukum petugas terminal bandara dan petugas pelayanan publik lainnya. 

“Sementara itu pada tahap tiga sasarannya adalah masyarakat rentan, dengan rentan usia mulai dari 18 tahu hingga 59 tahun, hal itu karena vaksin telah diuji klinis pada usia tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menyimpan vaksin itu pihaknya akan menyiapkan coolsense, sehingga temperatur vaksin sesuai dengan ketentuan, begitu juga dengan kelayakan vaksin pihaknya pastikan aman digunakan karena pemerintah juga sudah menjamin vaksin itu, BPOM sudah mengeluarkan izin, begitu juga fatwa halal dari MUI.

“Sedangkan untuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang ramai belakangan ini perlu diklarifikasi bahwa vaksin sinovac ini merupakan vaksin yang sangat aman. Dengan uji klinis KIPI sendiri hanya akan terjadi 0,1 %, seperti menimbulkan gejala gejala panas dan itu bisa kita atasi,” pungkasnya. (ygi/d1n)


Pos terkait