Fitriyani, Balita Penderita Stephen Johnson Syndrome Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Fitriyani, balita penderita Stephen Johnson Syndrome, asal Pekon Way Napal Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), menghembuskan nafas terakhirnya di RSUDAM Bandar Lampung, Jum’at (7/6).

Berdasarkan keterangan dari Samsi Rahman, ayah kandung Fitriyani saat di konfirmasi melalui ponselnya mengatakan bahwa putrinya yang sempat dirawat sekitar satu bulan lebih di RSUDAM Bandar Lampung itu meninggal saat magrib tadi sekitar pukul 18.05 wib dan memang kondisi Fitriyani sudah tidak bisa tertolong lagi.

Bacaan Lainnya



“Malam ini juga jenazah putri saya (Fitriyani, red) langsung di bawa pulang kerumah di pekon Way Napal,” singkatnya.

Diketahui sebelumnya, Fitriyani balita asal Pekon Way Napal Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), putri ketiga dari pasangan Samsi Rahman dan Masyati harus menjalani perawatan intensif. Pasalnya, diduga akibat kondisi panas tubuh yang meningkat hingga kulit balita berusia tiga tahun itu melepuh disekujur tubuhnya itu membutuhkan uluran bantuan dari para dermawan untuk biaya pengobatan.

Fitriyani merupakan golongan dari keluarga tidak mampu, mirisnya dalam pengobatannya pun tidak menggunakan kartu BPJS Kesehatan (Mandiri) dan BPJS-PBI, karena tidak terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan sebab tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan secara mandiri.

Sementara, BPJS-PBI juga tidak masuk dalam daftar dari Pemerintah, sehingga, saat menjalani pengobatan, Fitriyani menjalani perawatan dengan tanggungan pasien umum dengan biaya yang cukup besar.

Menurut Samsi Rahman, ayah kandung Fitriyani, saat dikonfirmasi mengatakan sakit yang diderita putri ketiganya itu berawal dari sakit panas dan muncul biang keringat di seluruh bagian tubuhnya. Namun, lama-kelamaan kondisi panas Fitriyani semakin tinggi. Pihaknya berpikir apakah mungkin anaknya itu terkena cacar, karena kondisi badan mulai melepuh.

“Sebelumnya, anak saya juga sempat mendapat pengobatan dari bidan desa di Pekon ini, tapi panasnya tak kunjung turun,” katanya, Senin (20/5).

Ditambahkannya, kondisi badan Fitriyani mulai melepuh sejak Rabu (15/5) dan pada Jum’at (17/5) langsung di bawa ke Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah untuk mendapat perawatan lebih intensif. Namun, sekitar pukul 15.00 Wib dihari yang saman anaknya langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum Alimudin Umar, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

“Saat di RSU Alimudin Umar, Lambar juga hanya mendapat penanganan sebentar, pada malam harinya kembali di rujuk ke RSUDAM Bandar Lampung,” katanya.(yan/mlo)



Pos terkait