Flyover Sultan Agung Siap Beroperasi di Pertengahan Bulan Maret

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – pengerjaan Proyek Flyover Sultan Agung sudah memasuki tahap pengaspalan dan diharapkan  pertengahan Bulan Maret sudah bisa diresmikan oleh Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

Berdasarkan informasi di website LPSE Kota Bandarlampung lpse.bandarlampungkota.go.id, anggaran pembangunan flyover Sultan Agung sebesar Rp35 miliiar yang bersumber dari APBD Kota Bandarlampung tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Dalam pantauan di lokasi, saat ini masih terlihat adanya pengerjaan marka jalan sepanjang Flyover hingga kantor Telkom dari dinas perhubungan kota Bandarlampung.

Dudung, salah satu pekerja yang ditemui pada Senin (8/3) mengatakan, pengerjaan marka jalan dilaksanakan dari pukul 9.00 WIB hingga sore hari dan menghabiskan 2 ton thermoplastic yang merupakan bahan dasar marka jalan yang dipakai pada kondisi jalan dengan arus lalu lintas yang terbilang tinggi.

“Marka jalan dengan bahan dasar ini dibuat dengan memanaskan bahan-bahan marka jalan lainnya terlebih dahulu. Setelah itu dicat dengan memakai mesin khusus,” jelas Dudung. 

Pengerjaan jembatan flyover Sultan Agung sendiri sudah hampir rampung dan tinggal pemasangan aliran listrik serta rambu-rambu peringatan.

Sebelumnya, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana mengatakan, akan memperindah tampilan seluruh flyover di Kota Tapis Berseri. Hal itu untuk memberikan kesan ciri khas sebagai ibukota Provinsi Lampung.

“Termasuk flyover Sultan Agung Insya Allah akan diperindah, dengan menambahkan ornamen khas Lampung. Mudah-mudahan pembangunan di Bandarlampung lancar, karena kami tidak membangun flyover lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan menambahkan, di pertengahan Bulan Maret ini flyover Sultan Agung diperkirakan dapat beroperasi, karena saat ini progres pengerjaannya sudah mencapai 96% atau masuk tahap finishing.

“Flyover Sultan Agung kita aspal. Setelah itu pengecatan kira-kira lima hari dan pemasangan penahan antar bidang tiga hari. Jadi saya perkirakan di pertengahan Maret flyover ini sudah bisa diresmikan dan di lalui semua kendaraan. Namun ada batasan untuk muatan di atas 10 ton tidak diperbolehkan melalui flyover,” kata Iwan.(*/mlo)

Pos terkait