FPI Dibubarkan, MUI Lambar Imbau Umat Muslim Tak Terprovokasi

  • Whatsapp
Ketua MUI Lambar Drs. Hi. Ja’far Sodiq, M.Si

Medialampung.co.id – Majelis ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Barat mengajak dan mengimbau umat muslim di kabupaten setempat untuk tidak mudah terprovokasi terhadap suatu kelompok atau kalangan tertentu yang kontra terhadap keputusan pemerintah guna membubarkan lembaga Front Pembela Islam (FPI). Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Lambar Drs. Hi. Ja’far Sodiq, M.Si, Minggu (3/1).

“Beberapa waktu lalu kita ketahui bersama bahwa pemerintah Indonesia melalui pejabat berwenang telah mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) bahwa melarang segala jenis kegiatan dari lembaga FPI. Untuk itu MUI mengajak kita semua sebagai elemen bangsa agar dapat menjaga persatuan dan tidak mudah diprovokasi oleh pihak yang ingin memecah belah umat,” terang Ja’far.

Bacaan Lainnya

Ia menerangkan bahwa, keputusan tersebut tentu menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat terutama bagi umat muslim, sehingga imbauan MUI yang disampaikan tertuju untuk masyarakat Lampung Barat agar tidak mudah terprovokasi atas reaksi dari kalangan yang kontra terhadap keputusan tersebut.

“Pemerintah mengeluarkan larangan itu pasti sudah melalui berbagai kajian, dan sudah komprehensif, hanya saja se- komprehensif-nya keputusan pemerintah itu, tetap tidak bisa di pungkiri bahwa FPI itu ada, dan ada dimana-mana. Jadi kita yang tidak ikut-ikutan ini jangan mudah terprovokasi terhadap orang-orang yang kontra,” pesannya.

Karena, lanjut dia, sebagai warga negara sudah menjadi kewajiban umat muslim untuk Sami’na  (mendengar/ mendukung) keputusan tersebut. Hal iti juga sesuai dengan pesan dari Surat (An-Nissa ayat 59). ”Ati’ullaha wa ati’ur rasula wa ulil amri minkum” yang artinya “Wahai orang- orang beriman diwajibkan atas mu, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu”. 

“Ulil amri yang dimaksud dari surat tersebut adalah taati pemimpin atau pemerintah mu, sehingga kita sebagai warga Negara apapun ormasnya, apapun suku dan agama kita harus terikat dengan konsensus kebangsaan dan kenegaraan yang intinya adalah keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama, oleh karenanya siapapun kita tidak boleh mengedepankan ego kelompok dari kelompok,” pungkasnya seraya berdo’a dan berpesan agar umat muslim senantiasa memberikan pesan yang damai dan menyejukkan, untuk menciptakan kenyamanan khususnya di Bumi beguai jejama sai betik ini.(edi/mlo)

Pos terkait