Gagas Munculkan Liwa Raya, KKI Silaturahmi ke Graha Pena Radar Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Lampung Barat, bersilaturahmi ke Graha Pena Radar Lambar dalam rangka ramah tamah dan audiensi ke Graha Pena Lambar, Kamis (23/9).

Kunjungan itu diterima langsung oleh General Manager (GM) Radar Lambar-Radar Pesisir Barat Mujitahidin serta didampingi Kru Radar Lambar.

Bacaan Lainnya

Adapun Pengurus KKI yang tergabung dalam Tim Pelaksana Persiapan Semboyan Liwa Raya (TP2 SELIRA) yang berkunjung ke Graha Pena Radar Lambar, yaitu Ketua Drs. Tono Suparman, Seksi Kajian Sejarah Drs. Junaidi Jamsari, M.M, Seksi Kajian Sosial Drs. Sandarsyah, Seksi Kajian Budaya Riyadi Andrianto, S.H., dan Seksi Kajian Ekonomi Drs. Muzammil, M.M. 

Dalam pertemuan itu, Ketua KKI Kabupaten Lambar Drs. Tono Suparman mengungkapkan, KKI memiliki visi yaitu menjadikan penduduk sebagai pelaku dan sasaran pembangunan sehingga terlaksana pembangunan dari, oleh, dengan, dan untuk penduduk. Sedangkan misinya yaitu menggalang kemitraan dengan semua unsur, baik pemerintah maupun masyarakat dan swasta dalam pembangunan kependudukan, melakukan advokasi untuk mengarusutamakan kependudukan dan keluarga dalam pembangunan, dan menjadi lumbung pikir bagi peningkatan kapasitas semua pemangku kepentingan terkait dalam pembangunan berkelanjutan.

Lalu, menggerakkan, mengaktualisasikan dan menjadi katalisator bagi pembangunan kependudukan, serta menjadi wahana independen untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Lanjut dia, KKI mempunyai gagasan tentang “Liwa Raya” berkenaan wacana Kota Liwa Raya, ada empat alasan menurut KKI Kabupaten Lampung Barat mengapa Kota Liwa layak menuju Kota Liwa Raya. Dari sisi sejarah Liwa adalah termasuk kota tua, hal ini dapat dilihat pada peta nasional tahun 1959 – 1960.

Ada tiga wilayah di Lampung yang tergambar dalam peta tersebut Liwa dan Krui, Kota Agung, dan Kota Bumi. Secara sosial masyarakat Liwa merupakan masyarakat majemuk/heterogen. Sedangkan secara Budaya Liwa memiliki 4 Kepaksian yaitu Buay Nyerupa, Buay Belunguh, Buay Pernong, dan Buay Bejalan di Way. 

“Kita ingin mengangkat citra Kota Liwa, seperti halnya kota kota lainnya yang ada di Indonesia seperti halnya di Provinsi Jawa Barat ada Bandung Raya, di Provinsi Jawa Tengah ada Semarang Raya dan Solo Raya, di Provinsi Jawa Timur ada Surabaya Raya tetapi ada juga kota atau wilayah yang menggunakan akhiran Raya seperti Kabupaten Palangkaraya,” kata dia.

Lanjut dia, Raya artinya besar dan terkait gagasan Liwa Raya ini, pihaknya melihat dari berbagai aspek dan kajian, yaitu kajian dari aspek sejarah, aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek budaya. “Terkait dengan gagasan Liwa Raya ini, kita (KKI) telah membentuk tim pelaksanaan persiapan semboyan Liwa Raya,” ucapnya.

Wakil Ketua KKI Sandarsyah menambahkan, KKI di Kabupaten Lambar berdiri tahun 2013 dan saat ini telah menginjak dua periode bahkan pada November mendatang akan dilaksanakan pemilihan kepengurusan baru untuk periode ketiga.

“Maksud kedatangan kami ke Graha Pena Lambar kami ingin bersilaturahmi sekaligus menyampaikan ide atau gagasan tentang Liwa Raya. Ide ini bagaimana kita ingin membentuk Liwa Raya, dan ini baru sebatas gagasan awal dan diharapkan nantinya dapat terwujud,” kata dia.

Menyikapi hal itu, General Manager Radar Lambar dan Pesisir Barat Mujitahidin mengucapkan terima kasih kepada pengurus KKI Kabupaten Lambar yang telah berkunjung ke Graha Pena Radar Lambar. 

Menurutnya, apa yang dilakukan KKI Lambar itu patut di apresiasi, pasalnya pengurus KKI Lambar memiliki banyak gagasan yang cemerlang yang belum tentu muncul dari kalangan muda yang dilihat dari segi usia jauh lebih produktif. 

“Saya berterima kasih kepada KKI Kabupaten Lambar karena telah memilih kami sebagai mitra. KKI memiliki gagasan tentang Liwa Raya dan kita siap membantu KKI untuk mewujudkan hal itu dengan cara membantu mempublikasikan program atau kegiatannya, kita berharap gagasan yang disampaikan KKI tentang Liwa Raya akan bisa terwujud,” pungkasnya. (lus/mlo)


Pos terkait