Galang Komitmen Tangani ODGJ, Puskesmas Gandeng Pemerintah Pekon 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dianggap penting guna mendukung upaya penanggulangan masalah kesehatan jiwa (keswa). Sehingga, untuk menggalang komitmen bersama dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), UPT Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sukau, Kabupaten Lampung Barat menggelar pertemuan bersama seluruh unsur lintas sektor.

Kepala UPT Puskesmas Sukau Sardi, S.K.M, menjelaskan Penanganan ODGJ harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari masyarakat, petugas medis dan non medis terkait, sampai dengan pemerintah sebagai pemegang kebijakan.

Bacaan Lainnya

“Jadi salah satu tujuan digelarnya sosialisasi ini kami mengajak masyarakat dapat memahami bagaimana dan tata cara dalam penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa secara benar dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sebab, lanjutnya, Stigma buruk terhadap ODGJ seperti perlakuan diskriminatif dan pelanggaran Hak Asasi dari ODGJ melalui praktek pemasungan, kekerasan fisik dan penelantaran harus dihentikan.

“Jadi sosialisasi ini kami menggandeng masyarakat untuk bekerjasama agar apabila ada OGDJ di lingkungan sekitar dapat segera dilaporkan ke puskesmas agar mendapat penanganan. Jangan sampai ODGJ tersebut mendapat perlakuan yang buruk apalagi sampai dipasung,” jelasnya.

Terkait mekanisme penanganan, menurut sardi tidak terlalu sulit karena apabila masyarakat telah menyampaikan laporan maka akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas dengan berkoordinasi bersama dinas sosial untuk mendapat pengobatan dan perawatan dengan merujuknya ke panti resmi. 

“Harapan kami dengan terselenggaranya kegiatan ini masyarakat dan aparat pekon dapat benar-benar memahami materi yang kita paparkan, dan menginformasikannya kepada seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Camat Sukau Hadi Susanto, S.Kom, M.Si, mengajak pemerintah pekon agar dapat mendorong masyarakat peduli  terhadap penanganan kasus gangguan jiwa. 

”Kepedulian ini harus didasari dengan komunikasi dan koordinasi dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga peran pemerintah pekon sangat diharapkan untuk ikut mengedukasi masyarakat agar apabila terdapat ODGJ di wilayahnya cepat di informasikan supaya mendapat penanganan tanpa ada perlakuan negatif seperti pasung,” pintanya.(edi/mlo)


Pos terkait