Gandeng Lintas Sektoral, Puskesmas Pagardewa Sosialisasi ODF

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka menciptakan pekon (desa) Open Defecation Free (ODF) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), melaksanakan sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dalam sosialisasi itu pihak puskesmas menggandeng lintas sektoral, seperti aparatur pekon hingga petugas berkompeten lainnya seperti babinsa dan pihak kecamatan.

Bacaan Lainnya



Kepala Puskesmas setempat Mediansah, S.K.M., menyebutkan, kegiatan itu dilaksanakan selain untuk membangun semangat masyarakat, juga membangun semangat Tim UPT Puskesmas Pagardewa yang antusias untuk menciptakan pekon/desa ODF di wilayah setempat.

Sebagaimana pada kegiatan yang dilakukan di Pemangku Sukajadi, Pekon Mekarsari, yang disambut baik oleh para hasyarakat. Hal itu sebagai gambaran jika sekarang ini telah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya membangun jamban sehat dalam usaha membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sementara disampaikan Peratin Pekon Mekasari Kormaroni, pihaknya sangat mendukung sekali dengan adanya sosialisasi kesehatan itu. “Saya selaku peratin menghimbau warga untuk berperan aktif dalam kegiatan ini, karena tujuannya adalah untuk kitas sendiri,” ajaknya.

Pada kesempatan itu juga disampaikan Babinsa Serda Febriansyah TNI akan selalu siap mendampingi kegiatan pembangunan jamban sehat, yang tujuannya untuk menciptakan daerah itu khusunya  menjadi pekon yang sehat dan mampu menjadi pekon yang bebas dari masyarakat yang buang air di sembarang tempat.

Seperti diketahui, dalam sosialisasi itu tim puskesmas tidak hanya membawakan satu materi STBM saja, melainkan antar para tim bersinergi, berkolaborasi antar profesi yang terdiri dari, petugas gizi, petugas promotor kesehatan, P2 dan berbagai profesi lainnya dengan membahas tema penyakit berbasis lingkungan.

Pihak puskesmas juga melaksanakan kegiatan demo alat pembangunan jamban sehat yang ekonomis, yang diperoleh dari bantuan alat Dinas Kesehatan (Diskes) Lambar.

Dimana keunggulan dari program STBM adalah salah satu program yang mengusung non subsidi untuk membangun sarana jamban tingkat rumah tangga, yang sampai saat ini masih menjadi program sanitasi yang terbukti paling cepat meningkatkan akses sanitasi dan perubahan perilaku higyene di Indonesia.

STBM adalah satu-satunya program sanitasi yang menyasar langsung ke tingkat rumah tangga  dan STBM berfokus pada perubahan perilaku, bukan pembangunan sarana  dan pembuatan jamban. Program STBM selaras degan program TNI –AD yaitu karya bakti pembuatan jamban yang selama ini sudah dikerjkan oleh TNI-AD melalui satuan-satuan territorial yang ada di seluruh wilayah di Indonesia. (ius/mlo)



Pos terkait