Gara-gara Corona, Pengunjung KRL Turun Dratis

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Merebaknya tentang Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)  berdampak terhadap destinasi wisata di Kabupaten Lambar, salah satunya Kebun Raya Liwa (KRL) di Pekon Kubuperahu Kecamatan Balikbukit.

Kepala UPTD Kebun Raya Liwa Sukimin, S.I.P mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ir. Noviardi Kuswan mengatakan, sejak mulai merebaknya Covid-19 akhir Februari-Maret ini pengungunjung KRL berkurang cukup dratis.

Bacaan Lainnya



 “Sebelum merebaknya virus Corona Covid-19, rata rata pengunjung di hari kerja 150-200 orang/hari namun saat ini rata-rata dihari kerja hanya sekitar 50-75 orang/hari, sehingga penurunannya lebih dari 50 persen,”  ungkap Kepala UPTD Kebun Raya Liwa Sukimin, S.I.P mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Ir. Noviardi Kuswan, Rabu (18/3).

Menurut dia,  pada hari Sabtu-Minggu lalu jumlah pengunjung di KRL masih cukup banyak namun untuk hari Senin-Rabu ini jumlah pengunjung turun dratis, hal ini kemungkinan dikarenakan dampak Virus Corona serta anak-anak libur sekolah.

“Pengunjung yang datang ke KRL sebagian besar adalah anak usia sekolah yaitu sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat,” kata dia.

Disinggung apakah objek wisata KRL itu akan dilakukan penutupan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.  Sukimin mengungkapkan,  pihaknya akan terus memantau jumlah pengunjung di KRL baik pada hari kerja maupun hari libur dan terkait penutupan KRL pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan.

“Sejauh ini KRL masih kita buka, namun kalau nanti ada arahan pimpinan agar dilakukan penutupan maka kami siap untuk melakukan penutupan,” ucapnya.

Kata dia, Pemkab Lambar secara bertahap melengkapi sejumlah fasilitas di Kebun Raya Liwa (KRL), baik bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), APBD provinsi maupun APBD kabupaten. Seperti halnya tahun ini melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) akan membangun beberapa fasilitas di KRL, diantaranya tempat ibadah, menara pandang, pusat kuliner, pusat oleh-oleh/cinderamata dan jalan setapak. Sementara malalui Dinas Pariwisata Provinsi Lampung akan ada bantuan berupa sarana perlengkapan kantor, drone, CCTV, kotak sampah sebanyak 20 unit dan pembangunan selter.

 “Selain dari APBN dan APBD provinsi, tahun ini juga bersumber dari APBD Kabupaten Lambar akan ada kegiatan membuat jalur sepeda yang nantinya bisa juga difungsikan untuk ATV dan juga jalan patrol,” ujar Sukimin. (lusi/mlo)



Pos terkait