Gas LPG di Kecamatan Kebuntebu Mulai Langka

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Kelangkaan Gas Elpiji (LPG) selama ini kerap terjadi ketika menjelang peringatan hari-hari besar seperti saat Idul Fitri maupun Idul Adha, hal ini dikarenakan meningkat penggunaan gas LPG sementara stok yang diberikan tidak mendapatkan penambahan, khususnya untuk gas LPG ukuran Tiga Kilogram yang disubsidi pemerintah.

Namun, kelangkaan tersebut justru melanda Kecamatan Kebuntebu, Kabupatan Lampung Barat (Lambar) sekarang ini. Dimana mayortitas warung pengecer menyebutkan bahwa stok gas kosong. Dan berdanpak pada naiknya harga di tingkat pengecer yang masih memiliki stok hingga mencapai Rp30-an ribu/tabung. “Kami kesulitan mendapatkan gas LPG yang selama ini kami gunakan yakni gas ukuran Tiga Kilogram, dan hal ini sudah berlangsung selama Dua minggu. Dengan terus naiknya harga jual tentu membuat banyak warga resar,” ungkap Suwardi salah satu warga asal Pekon Muarajaya I.

Bacaan Lainnya



Terkiat itu pihaknya berharap kepada pengelola ataupun instansi pemerintah yang membidangi untuk dapat mengupayakan agar penjualan gas LPG dikecamatan itu kembali normal seperti semula. Seperti dengan menggelar Operasi Pasar (OP) yang kendati diprakarsai Dinas Koperasi Perdagangan Industri dan Pasar (Diskoperindaksar) jika itu memang dianggap pantas dilakukan. “Kami tidak masalah terkait harga selagi itu diatas kewajaran, asalkan barangnya tidak susah untuk dicari,” sebutnya.

Sedangkan dari keterangan pihak pangkalan, seperti dari Pangkalan PT. Bersaudara yang dikelola Tomi Ardi, mengatakan pengiriman gas tidak ada kendala dan stok yang dikirim pun normal sebanyak 560 tabung dalam setiap pengiriman yang dilakukan Dua kali seminggu. Hanya saja jumlah itu dibagi untuk tiga pangkalan di wilayah tersebut. Begitupun penjualan ke kios-kios atau pelanggan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp20/tabung.

Namun, memang dalam penjualan gas LPG ada masanya penggunaan meningkat, jadi meskipun stok kirim normal terjadi kekurangan dan keadaan itu kerap dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan dengan menjual di atas standar harga yang ditetapkan. “Terkadang permintaan konsumen lebih tinggi dari stok,” terang Fevi.

Disebutkannya juga untuk Kecamatan Kebuntebu khususnya terdapat Tiga perusahaan yang mensuplai gas LPG, diantaranya  PT. Desi Bersaudara, PT. Rahmad Muly Lestari, dan PT. Cahaya Abadi. “Kalau PT lain kami tidak tau sistem pendistribusiannya,” tutup pihaknya. (rin/mlo)



Pos terkait