Gedung Budaya Ditarget 2022 Difungsikan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pembangunan gedung budaya di komplek perkantoran Pemkab Lampung Barat akan dilaksanakan kembali pada tahun 2021 mendatang. 

“Tahun ini pembangunannya kita tunda karena anggaran yang sebelumnya disiapkan Rp3 miliar lebih dipangkas dampak adanya Covid-19,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si di Ruang Kerjanya, Rabu (24/6)  

Bacaan Lainnya

Rencananya, kata Okmal, tahun 2021 mendatang akan dianggarkan kembali namun disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan diharapkan awal 2020 mendatang, gedung budaya tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.  

“Pembangunan gedung budaya tersebut dimulai sejak tahun 2019 lalu dengan anggaran hampir Rp5 miliar, kemudian tahun ini dianggarkan Rp3 miliar lebih namun karena  kebijakan refocusing, realokasi dan rasionalisasi anggaran sehingga tahun ini ditunda dan akan kembali dibangun tahun mendatang. Kalau melihat kebutuhan untuk pembangunan gedung budaya tersebut membutuhkan dana sekitar Rp18 miliar lagi,” akunya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Hermanto, S.T., mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Lambar Ir. Sudarto mengungkapkan, awalnya pembangunan tahap kedua di tahun anggaran 2020 ini dianggarkan sebesar Rp3,3 miliar, hanya saja itu batal dilaksanakan karena anggaran dialihkan, sehingga pembangunan lanjutan baru akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2021 mendatang.

”Tahun anggaran 2020 ini dianggarkan Rp3,3 miliar tetapi dialihkan untuk penanganan dan pencegahan Covis-19, sehingga untuk tahun 2020 ini dipastikan pembangunan lanjutannya tidak ada,” ungkap Hermanto.

Hanya saja, lanjut dia, jika disetujui pembangunan lanjutan dan target selesai pada tahun anggaran 2021 mendatang, dan sudah masuk dalam rencana kerja (Renja) dengan alokasi yang direncanakan sebesar Rp18 miliar lebih.

“Kalau disetujui pembangunan lanjutan di tahun 2021 mendatang itu dianggarkan Rp18 miliar lebih, dan targetnya selesai sehingga gedung budaya tersebut bisa segera dioperasionalkan sebagaimana mestinya,” kata dia. 

Lebih lanjut Hermanto menjelaskan, untuk gedung budaya akan di bangun model landscape dengan kapasitas 1000 penonton, menyerupai filosofi Danau Ranau dilengkapi dengan sound system serta taman yang akan menambah keindahan.

Bentuk bangunan melingkar mengambil filosofi danau ranau, serta akan dipercantik dengan keindahan taman. Gedung budaya tersebut mencirikan karakter budaya Lambar, termasuk mengadopsi kebudayaan Paksi Pak Sekala Bkhak, yakni Buah Pernong, Buay Belunguh, Buay Bejalan Di Way dan Buay Nyerupa. 

”Lampung Barat memiliki banyak kekayaan budaya dan itu disatukan dalam bentuk bangunan, sehingga gedung budaya itu nanti selain akan kaya fungsi juga akan menjadi sarana edukasi generasi muda,” harapnya. (lus/mlo)


Pos terkait