Gedung Budaya Ditarget Dioperasionalkan 2022

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat melakukan pembangunan gedung budaya di eks lahan Gedung Serba Guna (GSG) Nata Margha komplek perkantoran pemkab Lambar Rabu (16/10).

Tujuan dari gedung budaya ini adalah sebagai pusat kesenian dan destinasi wisata bukan sebagai museum, dengan adanya pengembangan dan pelestarian yang dilakukan lamban budaya, kesenian dan kebudayaan yang ada di masyarakat Lampung barat tidak mengalami kemunduran atau pun mendekati kepunahan.

Bacaan Lainnya


Terkait hal tersebut, banyaknya pengaruh dari budaya dan kesenian dari budaya di luar Lampung barat bahkan di luar indonesia itu, sehingga  berkurangnya minat masyarakat  terhadap kesenian tradisional Lambar  itulah yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai dan memudarnya kesenian tradisional itu sendiri bahkan mendekati kepunahan maka dari hal itu perlu sebuah wadah yang menangani masalah ini

Adanya pengembangan dan pelestarian terhadap kesenian tradisional yang dilakukan lamban budaya tentunya akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata di Lampung Barat tentunya di bidang kesenian itu sendiri.

Diantaranya, menarik para wisatawan untuk datang berkunjung ke Lambar dengan motivasi untuk melihat kesenian daerah Lambar dan juga karena adanya pertunjukan dan pergelaran seni yang sering diselenggarakan tepatnya di lamban budaya otomatis akan banyak menimbulkan antusiasme dari penikmat-penikmat seni.

Pembangunan gedung budaya, tahun 2021 mendatang akan dianggarkan kembali namun disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan diharapkan awal 2020 mendatang, gedung budaya tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.  

Dimulai sejak tahun 2019 lalu dengan anggaran hampir Rp5 miliar, kemudian tahun ini dianggarkan Rp3 miliar lebih namun karena  kebijakan refocusing , realokasi dan rasionalisasi anggaran sehingga tahun ini ditunda dan akan kembali dibangun tahun mendatang. Kalau melihat kebutuhan untuk pembangunan gedung budaya tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 18 miliar lagi.

Awalnya pembangunan tahap kedua di tahun anggaran 2020 ini dianggarkan sebesar Rp3,3 miliar, hanya saja itu batal dilaksanakan karena anggaran dialihkan, sehingga pembangunan lanjutan baru akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2021 mendatang.

Gedung budaya akan di bangun model landscape dengan kapasitas 1000 penonton, menyerupai filosofi Danau Ranau dilengkapi dengan sound system serta taman yang akan menambah keindahan.

Bentuk bangunan melingkar mengambil filosofi danau ranau, serta akan dipercantik dengan keindahan taman. Gedung budaya tersebut mencirikan karakter budaya Lambar, termasuk mengadopsi kebudayaan Paksi Pak Sekala Bekhak, yakni Buah Pernong, Buay Belunguh, Buay Bejalan Di Way dan Buay Nyerupa.  (adv/nop/mlo)



Pos terkait