Gegara Lagu Corona Pedangdut Dibully Hingga Terancam Somasi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Di saat Virus Corona semakin mewabah di dunia, di Banyuwangi muncul lagu koplo berjudul Comunitas Rondo Merana (Corona). Lagu yang dinyanyikan Alvi Ananta ini viral di media sosial.

Sayangnya, kemunculan lagu tersebut justru menuai berbagai protes dari netizen. Lagu ini diunggah akun Facebook Lagu Dangdut Terbaru pada Sabtu (29/2) sekitar pukul 00.19 WIB

Bacaan Lainnya



Dalam lagu ini, corona diartikan sebagai Comunitas Rondo Merana. Rondo merupakan kata dalam Bahasa Jawa yang berarti janda. Lagu yang berirama dangdut remix ini dinyanyikan Alvi Ananta sambil bergoyang.

Dengan baju putih dan rok span hitam, Alvi Ananta menyanyikannya dengan apik. Berikut ini lirik lagu tersebut seperti yang dilihat wartawan, Minggu (1/3).

Jadi korban virus diriku
Virus yang membuat galau hatiku
Panas dingin tidur terganggu
Siang malam chatting pacarku,”

Membuka mata seakan tampak wajahmu.. Dalam pikirku mimpi tentang dirimu.. Kenapa kamu tak lekas menikahiku.. Nikahi janda apa karena Status ku

Corona, virus dari China
Comunitas Rondo Merana
Corona, merambah dunia
Komunitas janda yang membuat resah.. Para istri yang sering ditinggal kerja.. Padahal suaminya diluaran berkenan.. Dengan Corona.

Komentar pedas salah satunya disampaikan akun Facebook NoNo. “Q cuman pingin ngomong,,,,, kok bisa bisane smp dibikin lagu. Diluar sana sedang prihatin dengan musibah ini. Ini mlh di bikin lagu,,,,” ujar akun NoNo.

NoNo meminta netizen berhenti untuk membagikan lagu tersebut, agar tidak menyakiti banyak pihak. “Klu bisa Jngn di buka youtubenya atau di share all,,,,, terlalu banget gk punya hati seng ciptakke lagu karo seng nyanyi,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan akun Bang Jack. Ia menilai lagu ini hanya untuk mengangkat pamor penyanyi tersebut.

“Semakin di buli semakin naik nama penyanyi ini…Tjuan dya bkin lagu ini emang sengaja di buli agar cepet naik pamornya..Sya pikir adanya wabah virus corona ini man masker doang yg manfaatin harganya di naikin byar untung gede..Ternyata pamor juga..Amazing bngt..MADE IN INDONESIA,” tulisnya.

Tak hanya oleh netizen, lagu Corona juga diprotes Presidium Komunitas Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Jawa Timur, Krisna Adi. Menurutnya, lagu itu mencoreng nama baik Banyuwangi.

“Saya mendapatkan banyak protes dari para pekerja migran. Lagu itu benar-benar mencoreng nama baik Banyuwangi. Disela-sela kita prihatin mewabahnya Corona ini, malah bikin lagu seperti ini,” ujarnya kepada wartawan.

Krisna mengaku, protes para pekerja migran memenuhi medsosnya. Mereka merupakan para TKI dan TKW yang sedang bekerja di Hongkong, Korea Selatan hingga Arab Saudi.

Lagu Corona yang dinyanyikan Alvi terus menjadi perdebatan di Banyuwangi. Rencananya, Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Jatim bakal somasi dan mediasi sang penyanyi.

Selain penyanyi, somasi tersebut juga menyasar pencipta dan produser lagu itu. KAMI mengaku mewakili Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di luar negeri untuk melakukan somasi dan mediasi.

“Kami akan menyiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam polemik lagu Corona ini. Yang diciptakan dan dinyanyikan salah satu oknum pelaku seni di Banyuwangi,” paparnya.

“Mewakili temen-temen PMI, kami akan ajukan somasi dan kemudian mediasi. Ini adalah cara bijak dalam menyelesaikan sebuah masalah dengan cara kekeluargaan secara musyawarah dalam mencapai mufakat,” pungkasnya. (detik/mlo)



Pos terkait