Gegara Seikat Daun Singkong, Pemilik Kebun Ditebas Golok Hingga Tewas

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepolisian Resor Lampung Utara (Lampura) menggelar Konferensi Pers kasus penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) yang mengakibatkan seorang korban LDN (51) warga Dusun 1 Desa Tanjung Harapan Kecamatan Hulu Sungkai mengalami beberapa luka bacok di bagian kepala dan Meninggal dunia di TKP. 

Penganiayaan dengan pemberatan yang menghabisi nyawa korban LDN (51) itu, terjadi pada hari Kamis (23/9) sekira pukul 12.00 WIB di perkebunan karet milik Hobren Dusun 1 Tanjung Miring Desa Tanjung Harapan Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampura, berhasil diungkap Tim Serigala Utara Polres Lampura kurang lebih enam jam setelahnya

Bacaan Lainnya

Kapolres Lampura, AKBP Kurniawan Ismail, S.H., S.I.K., M.I.K saat menggelar Konferensi Persnya pada,Jumat (24/9) pukul 13.45 WIB di Mapolres setempat

Lebih lanjut Kapolres AKBP Kurniawan yang didampingi Wakapolres Kompol Dwi Santosa, S.H, Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama, S.H., memaparkan kronologis kejadian, awalnya terduga pelaku yang berinisial RG (38) Warga Desa Lubuk Rukam Kecamatan Hulu Sungkai Lampura itu mengambil tanaman singkong milik korban tanpa izin sebanyak satu ikat daun singkong tersebut untuk makanan hewan ternak, tetapi saat RG mengambil, kepergok oleh korban LDN sehingga korban pun marah dan sempat hendak mencabut golok dari sarung yang ada di pinggangnya, namun belum sempat mencabut, langsung ditahan dengan tangan kiri tersangka dan sebaliknya tersangka mencabut golok yang ada di pinggang sebelah kanannya dengan tangan kanan dan langsung menghantam kebagian kepala dan leher korban sebanyak 6 kali hingga korban terjatuh bersimbah darah, setelah kejadian pelaku pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motornya. 

Dari peristiwa tersebut, setelah mendapat laporan, Tim kita yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Eko Rendi langsung melakukan penyelidikan, undercover dan surveilans yang kemudian berhasil mengidentifikasi keberadaan tersangka . 

Lalu tersangka diketahui berada di wilayah Martapura OKU Timur sumatera Selatan, selanjutnya tim melakukan pengejaran. 

“Sekira pukul 24.00 WIB tim kita mendapatkan informasi bahwa tersangka RG telah menyerahkan diri di Polres OKU Timur, sehingga oleh tim, terduga RG langsung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lampura,” ujar AKBP Kurniawan. 

Kini terduga pelaku RG berikut barang bukti berupa 2 (dua) bilah golok dan 2 (dua) unit sepeda motor sudah di Mapolres Lampura dan terhadap RG tengah dilakukan proses penyidikan.

“Akibat perbuatannya terduga pelaku RG dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman pidana paling lama 7 tahun,” pungkas AKBP Kurniawan.(adk/ozy)


Pos terkait