Gelapkan Tebu PTPN VII, Tiga Buruh Ditangkap dan Satu DPO

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tiga buruh outsourcing berbuat nakal mempecundangi pihak PTPN VII Bekri, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah. Ketiganya mengalihkan penjualan tebu ke perusahaan lain.

Kapolsek Gunungsugih Iptu Wawan Budiarto menyatakan, pihaknya menerima laporan penggelapan hasil panen tebu dari PTPN VII Bekri. “Penggelapan ini terungkap atas kecurigaan pihak PTPN VII karena ada perbedaan delivery order (DO) pemberangkatan kendaraan yang mengangkut tebu ke PTPN Bunga Mayang, Lampung Utara. Kedua perusahaan mencocokkan jumlah kendaraan dan DO keluar-masuk. Ternyata ada selisih sehingga kasus ini dilaporkan ke Polsek Gunungsugih,” katanya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan, kata Wawan, pihaknya melakukan penyelidikan dan pendalaman. “Kita selidiki dan dalami. Ternyata kasub kontraktor, kepala kendaraan, mandor tebang, dan sopir yang direkrut outsourcing menjadi dalang penggelapan tebu,” ujarnya.

Wawan melanjutkan, pihaknya berhasil menangkap tiga tersangka bersama sekuriti di areal kebun tebu PTPN VII Bekri, Selasa (2/11) sekitar pukul 17.30 WIB. “Tiga tersangka yang berhasil kita ringkus adalah Suparno alias Ipung (44) selaku kepala kendaraan, warga Dusun III Srimulyo, Kampung Sinarbanten, Kecamatan Bekri, Lamteng; Nurul Hidayat alias Irul (34) selaku sopir, warga  Talangsari II, Kelurahan Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur; dan Saban (38 ) selaku mandor tebang, warga Kampung Karangtani, Kecamatan Gunungsugih, Lamteng. Ada satu orang berhasil kabur dan ditetapkan DPO inisial R yang merupakan Kasub Kontraktor,” ungkapnya.

Dari keterangan ketiga tersangka, kata Wawan, tebu tidak dibawa ke PTPN Bungamayang. “Tebu dijual ke perusahaan lain. Pengakuannya sudah enam kali penggelapan tebu dilakukan para pelaku sejak awal Oktober-31 Oktober 2021 sehingga perusahaan merugi puluhan juta. Total tebu yang dijual sekitar 7,8 ton. Ketiganya kita jerat dengan Pasal 374 KUHP,” tegasnya. (sya/mlo)

Pos terkait