Giliran Bandingagung Diteror Gajah, Warga dan Petugas Siaga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Setelah sebelumnya kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) memasuki areal perkebunan dan mendekati permukiman warga Pekon Roworejo dan Sidorejo Kecamatan Suoh Lampung Barat, kini kawanan gajah tersebut bergeser ke areal perkebunan warga Pekon Bandingagung dan mendekati perbatasan dengan Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Kawanan gajah dengan habitat asli Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS) tersebut melakukan pengerusakan terhadap tanaman warga setempat, sehingga membuat warga dan petugas dari TNBBS, kepolisian dan TNI kini terus melakukan antisifasi agar tidak mendekati permukiman warga dengan menggelar ronda.

Bacaan Lainnya



“Warga dan petugas terus jaga-jaga, agar kawanan gajah tersebut tidak mendekati permukiman, kalau untuk dampaknya sudah ada, tanaman pisang warga banyak dirusak oleh kawanan gajah tersebut,” ungkap Camat BNS Suryanto, S.Pd., Kamis (26/9).

Ia menyebut, kehadiran satwa berbelalai tersebut membuat warga resah, dan berharap kawanan gajah bisa kembali ke habitatnya yakni TNBBS, sehingga warga bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.

“Warga sudah merasa resah, dan tentunya dengan adanya kawanan gajah tersebut warga tidak bisa melakukan aktifitas seperti bertani, karena itu berbagai upaya dilakukan masyarakat dan petugas untuk menghalau gajah, dan saya sudah turun meninjau langsung sembari mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Sementara Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki mengungkapkan, pihaknya bersama-sama dengan mitra Wildlife Conservation Society (WCS), kepolisian TNI dan masyarakat terus melakukan upaya penghalauan, namun dengan lokasi yang berada di dalam belukar yang cukup lebat maka proses penghalauan butuh kehati-hatian.

“Kami terus melakukan upaya penghalauan, dan terus memantau akrifitas kawanan gajah, dengan harapan kawanan gajah tersebut tidak mendekati permukiman warga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (nop/mlo)



Pos terkait