Gubernur Arinal Dampingi Menteri BUMN dan Menag Kunjungi Rumah Sakit Darurat Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Gubernur Lampung Ir H Arinal Djunaidi sambut kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam rangka melakukan peninjauan dan melihat perkembangan wisma haji yang digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat tepatnya Di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandarlampung, Minggu (8/8).

Dalam sambutannya Gubernur Arinal menyampaikan ucapan selamat datang kepada Meneg dan Menteri BUMN.

Bacaan Lainnya

“Saya sampaikan bahwa ini memang islamic center yang dari pemerintah Provinsi tetapi sekarang dalam posisi saya menjabat sebagai gubernur tata kelolanya saya serahkan sepenuhnya kepada kementerian Agama. hari ini juga kita mendapatkan kesempatan untuk penggunaan Rumah Sakit darurat yang Alhamdulillah hasil penilaian Menteri BUMN ini cukup representative,” ungkapnya.

Lanjutnya, Ini merupakan salah satu upaya dalam mengantisipasi Covid-19 di provinsi Lampung. Dari yang disiapkan lebih kurang 200 kamar sudah ada 131 yang sudah siap.

“Kita lihat saja pak menteri kalau memang nanti kesannya harus ditingkatkan kita tingkatkan tapi saya selalu berdoa semoga konfirmasi positif Covid-19 menurun. Jangan sampai kita mempersiapkan ini dengan bagus untuk saudara-saudara dirawat,” ungkapnya.

Sementara Meneg Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ini merupakan bukti bahwa pemerintah memberikan respon yang cepat dan terbaik untuk seluruh masyarakat terutama di Lampung. 

“Saat ini kita tahu pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir dan melalui Menteri BUMN memberikan inisiatif yang cepat sehingga fasilitas kesehatan di Lampung ini untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 ini bisa mencukupi sebagaimana tadi yang sampai lupa Gubernur fasilitas ini disiapkan dengan harapan tidak untuk ditempati artinya bahwa kita semua diberikan kesehatan diberikan aman semua dari pandemi Covid-19,” katanya.

Ia juga memberikan catatan penting karena hanya dalam waktu 3 hari rumah sakit darurat menunjukkan filosofi kereta api BUMN.

“Ini seperti kereta api datangnya tepat waktu yang menghadang ditabrak, hanya berhenti ketika sampai tujuan. Dan kita lihat dari ini karya besar dari salah satu karya besar dari Kementerian BUMN menyiapkan Rumah Sakit darurat hanya dalam 3 hari. Masyarakat di Lampung khususnya sudah bisa segera memanfaatkan ini tetapi sebisa mungkin tidak perlu tapi kalau ada satu kejadian tertentu rumah sakit ini sudah siap,” ungkapnya.

Kemudian Menteri BUMN Erick Thohir juga mengatakan bahwasanya pemerintah hadir untuk melayani rakyat, tanpa lelah bekerja keras dan bergotong-royong.

“Kita bisa saksikan tadi tidak mungkin hal ini bisa terjadi kalau tanpa kerjasama antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Agama dan khususnya pada hari ini tentu pak Gubernur Lampung,” kata Erick.

Ia mengatakan ketika melihat data-data terlihat bahwa penyebaran Covid-19 akan mulai meningkat di wilayah Sumatera khususnya.

“Karena melihat data-data itu percepatan tadi rumah sakit itu kita lakukan secara bersama-sama dan tentu Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang terus mendorong Kementerian tidak ada henti-hentinya dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi BUMN yang memang tugasnya tidak hanya korporasi tapi juga pelayanan kepada masyarakat adalah hal yang keseimbangan.

“Harapannya rumah sakit ini fasilitasnya kita siapkan yang terbaik dan kita berdoa tentu bukan menambah penyebaran covid-19 tapi ini bisa menanggulangi daripada kebutuhan Convid-19. dan tentunya kalau sesudah Covid-19 fasilitas ini tetap bisa dipergunakan untuk penyakit lainnya seperti TBC dan lain-lainnya dan ini bagian dari tadi ya kita dalam membangun itu harus berkelanjutan,” pungkasnya. (ded/mlo)


Pos terkait