Gubernur Arinal Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah Secara Virtual

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Gubernur Lampung Ir. Hi. Arinal Djunaidi menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat se-Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Hi. Joko Widodo (Jokowi) secara virtual di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Selasa (5/1).

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan menyerahkan sebanyak 584.407 sertifikat tanah di 26 Provinsi dan 273 kabupaten/kota. 

Bacaan Lainnya


Jokowi mengatakan, penyerahan sertifikat tanah tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat sertifikasi tanah di seluruh Indonesia.

“Target di 2020 sebetulnya 11 juta Sertifikat. Tetapi Karena ada pandemi Covid-19 terealisasi hanya 6,8 juta Alhamdulillah walaupun di masa pandemi. Saya yakin jika tidak pandemi target lebih,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sertifikasi Ini merupakan kepastian hukum hak atas tanah yang dimiliki. Di tahun 2017 telah mensertifikat sebanyak 5,4 juta kemudian pada tahun 2018 ada 9, 3 juta, 2019 ada 9 juta Sertifikat dan 2020 6,4 juta.

Ia juga berharap seluruh sertifikat akan terselesaikan di tahun 2025  dan masyarakat merasa memiliki tanah.

“Simpan baik-baik dan difotocopy kalaupun hilang bisa diurus dengan fotocopy. Dengan Sertifikat ini bisa jaminan di bank jika keperluan jaminan untuk usaha. Sebelum meminjam tolong di kalkulasi hitungannya bisa mengecil atau tidak jangan sampai Sertifikat tersebut akan hilang,”

Menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Kementerian ATR yang ada di Provinsi dan Kabupaten atas kerja kerasnya dalam mengerjakan target yang telah diberikan.

Kemudian dia juga menginformasikan vaksin Covid-19 telah dikirim ke 34 provinsi sebanyak 700.000 .

“Nanti kita akan kirim lagi berikutnya. Insya Allah Minggu depan 15 juta vaksin sehingga nanti kita akan kirim lagi ke seluruh daerah,” katanya.

Vaksinasi di prioritaskan untuk tenaga kesehatan, TNI-Polisi guru dan kepada masyarakat.

“Harapannya dengan vaksin bisa mengendalikan Covid-19. Meskipun vaksinasi Minggu depan dimulai, saya minta untuk tetap waspada dan tidak lengah, tetap patuhi Prokes sampai vaksin selesai yang menurut para ahli diperkirakan 3,5 tahun namun untuk Indonesia menurut menteri akan selesai selama 15 bulan. Dan Kita akan Sehat semuanya,” tutupnya. (ded/mlo)


Pos terkait