Gubernur Arinal Panen Raya Hingga Launching KPB di Lamteng

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo tiba di lokasi panen padi Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, pukul 10.45 WIB.

Tiba di lokasi, keduanya langsung panen raya padi dengan combine harvester; menggunakan traktor melakukan percepatan olah tanah dan tanam; serta menyaksikan penggunaan dekomposer pengurai jerami.

Bacaan Lainnya



Tampak hadir Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto, Danrem 043/Gatam, Pj. Bupati Lamteng Adi Erlansyah. Acara dilanjutkan ke lapangan untuk launching Kartu Petani Berjaya (KPB) di Lapangan 12B Trimurjo.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan sektor pertanian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar masyarakat secara umum yaitu pangan. 

“Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, sektor pertanian yang paling mampu bertahan atau menopang perekonomian dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Lampung memiliki banyak komoditas unggulan di bidang pertanian. Ini diharapkan dapat membangkitkan perekonomian di Lampung,” katanya dalam sambutan. 

Arinal melanjutkan, Pak Mentan telah menegaskan Lampung sebagai lokomotif pembangunan pertanian Indonesia.

“Lampung sebagai penyedia pangan nasional, penyediaan bahan baku industri, dan penyeimbang pembangunan sektor lainnya. Hal ini didasari bahwa Lampung memiliki banyak potensi komoditas unggulan dalam bidang pertanian. Yakni padi, jagung, ubi kayu, dan nanas,” ujarnya.

Arinal membeberkan, padi di Lampung nomor 6 nasional dan jagung nomor 3 nasional.

“Ubi kayu  dan nanas nomor 1 dunia. Secara tata kelola juga nomor satu di dunia. Pisang nomor 12 dan kopi nomor 1 di Indonesia yang terdiri dari kontribusi dari pemerintah atau dari wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu. Kakao nomor 2 setelah Sulawesi Selatan. Juga sektor ternak sapi, kambing, dan ayam telah memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional,” paparnya.

Sektor pertanian, kata Arinal, menjadi salah satu prioritas pembangunan utama sejak awal kepemimpinannya.

“Dengan program utama KPB, diharapkan para petani mendapatkan kemudahan jaminan kepastian dalam usaha budidaya pertanian. Terutama masalah ketersedian pupuk. Juga ketersediaan sarana produksi akses permodalan dan pembiayaan maupun asuransi pembinaan usaha serta teknologi penanganan panen dan pasca panen. Termasuk jaminan beasiswa pendidikan bagi anak petani yang berprestasi dan hanya khusus di sektor pendidikan pertanian. Kemudahan-kemudahan tersebut akan diberikan secara bertahap kepada seluruh petani di Lampung,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait