Gubernur dan Kapolda Launching Aplikasi e-Samdes dan L-Smart di Wates

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Kapolda Irjen Heri Sugiyatno melaunching inovasi pelayanan pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui BUMDes menggunakan aplikasi e-Samdes dan L-Smart serta peresmian Desa Mart.

Launching dilaksanakan di Kampung Wates, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah.

Bacaan Lainnya

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan PKB merupakan penyumbang tertinggi penerimaan daerah dari sektor pajak daerah.

“Dalam rangka meningkatkan penerimaan PKB, maka perlu dilakukan peningkatan pelayanan dan pengembangan serta perluasan pelayanan terhadap masyarakat/wajib pajak untuk mewujudkan penerimaan pajak yang optimal,” katanya.

Pada 2021 ini, kata Arinal, telah dikembangkan inovasi pelayanan pembayaran PKB melalui BUMDes menggunakan aplikasi e-Samdes milik Tim Pembina Samsat Provinsi Lampung dan aplikasi L-Smart milik Bank Lampung. 

“Hal ini selaras dengan program Smart Village atau Desa Cerdas Berbasis Digital yang terintegrasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi dengan tujuan untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Arinal melanjutkan, sejalan dengan amanat UU No.25/2009 tentang Pelayanan Publik bahwa salah satu asas yang harus dipenuhi dalam pelayanan publik adalah asas keterjangkauan.

“Program pembayaran PKB melalui BUMDes ni dikembangkan sebagai upaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat wajib pajak khususnya yang tinggal di desa-desa yang akan membayar pajak kendaraan bermotor namun terkendala oleh jarak dan lokasi Samsat yang tidak terjangkau. Dengan aplikasi e-Samdes, masyarakat cukup mendatangi BUMDes yang ada di wilayah tempat tinggalnya dan dapat melakukan transaksi pembayaran PKB. Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran PKB, wajib pajak akan menerima tanda bukti telah melaksanakan pembayaran PKB. Selanjutnya petugas BUMDes akan menukarkan tanda bukti sementara ke unit pelayanan Samsat terdekat untuk kemudian diserahkan kepada wajib pajak tanpa ada tambahan biaya,” paparnya.

Kemudian Desa Mart, kata Arinal, merupakan kerja sama bisnis antara BUMDes dengan pihak CV Chandra Perdana Abadi dan UMKM sebagai penyedia kebutuhan masyarakat yang tidak semata-mata profit oriented.

“Tapi lebih kepada pelayanan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang semakin dekat dan terjangkau. Selain itu, keberadaan Desa Mart juga diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan di desa, tempat pembayaran pajak daerah dan pusat transaksi petani dalam implementasi kartu petani berjaya. Dengan berbagai inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan partisipasi dan ketaatan masyarakat dalam hal  membayar PKB sehingga PAD Provinsi Lampung terus meningkat sebagai modal pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Provinsi Lampung Berjaya,” tambahnya.

Arinal juga menyatakan, aplikasi e-Samdes memudahkan pelayanan publik. “Semoga adanya inovasi ini memudahkan pelayanan publik. Masyarakat yang hendak bayar pajak tidak berat diongkos. Diupayakan semua BUMDes bisa melayani wajib pajak. Tapi, jangan ada kata milik ini-itu. Milik kita semua. Saya juga pesan kepada bupati di Lampung jangan utak-atik dana desa. Tapi kalau ada program boleh silahkan,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Musa Ahmad mengaku berterima kasih kepada gubernur atas dipilihnya Wates sebagai tempat launching karena program ini sangat ditunggu masyarakat. Masyarakat memang banyak mengeluhkan pembayaran pajak karena Lamteng cukup luas dan hadirnya pelayanan tersebut seperti menjadi sebuah jawaban. 

“Sebelum akhir tahun, saya harapkan e-Samdes ada di 28 kecamatan. Pemkab semaksimal mungkin mendukung program ini. Lamteng penopang pangan Lampung,” kata Musa Ahmad. (sya/mlo)


Pos terkait