Gwati Kecamatan Sekincau Kembangkan Pembuatan Kue dari Kulit Kopi Petik Merah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Jika selama ini kulit kopi hanya dibuang begitu saja, mulai sekarang sepertinya petani kopi harus berpikir apakah akan tetap dibuang atau dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menghasilkan. 

Seperti yang dilakukan oleh kelompok  emak-emak Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat yang terhimpun dalam Gabungan Wanita Tani (Gwati). Dimana kulit kopi petik merah (kaskara) mampu diolah jadi makanan (kue) dengan beragam jenis yang cukup menarik dan lezat. 

Bertempat di Pekon Pampangan persisnya di kediaman Peratin Agung Imam Prasetyo,  adalah  markas Gwati dalam pengolahan kaskara menjadi berbagai kue tersebut. Artinya jika penasaran ingin melihat langsung seperti apa dan bagaimana prosesnya silahkan berkunjung ke Pekon Pampangan tersebut. 

Ketua Gwati Santi, istri Peratin Agung menyebutkan, dikembangkannya pemanfaatan kulit kopi petik merah (Kaskara) menjadi berbagai bentuk kue, setelah kelompok tersebut menerima bantuan perlengkapan seperti Oven, Mixer Timbangan, Loyang yang disalurkan Dinas Ketahanan Pangan Lambar tahun ini (2021). 

Santi menerangkan proses pembuatan kaskara tersebut awalnya bahan digiling dalam kondisi kulit masih merah menggunakan mesin pulper, kemudian dilanjutkan dengan tahap penjemuran menggunakan solar dryer, dan setelah kering kaskara ditumbuh menggunakan mesin tumbuk hingga menjadi tepung. 

“Setelah kaskara berbentuk tepung coklat kehitaman, baru diolah menjadi kue seperti apa yang kita inginkan,” katanya.

Dan dengan pengolahan kue berbahan Kaskara  salah satu harapan Gwati Sekincau, bisa menjadikan pengolahan kulit kopi petik merah itu menjadi salah satu makanan khas lambar yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Ditambahkan Sekretaris Gwati Sekincau Miatun, dalam pengolahan Kaskara, untuk penggunaan mesin Pulper solar dryer, Gwati masih numpang di Kelompok Tani (Poktan) Berkat Tani Makmur, Kelurahan Sekincau. 

Sementara dalam penjualannya sendiri masih memanfaatkan media online atau penjualan secara online, dan melayani pesanan. 

“Harapan kami kepada pemerintah dapat menyalurkan bantuan lanjutan, seperti mesin giling bubuk, dan beberapa kebutuhan lain. Serta tidak kalah pentingnya, bantuan untuk permodalan. Karena salah satu kendala dalam pengolahan kulit kopi petik merah tersebut masih minim anggaran atau hanya dengan swadaya anggota. (r1n/mlo)


Pos terkait